Kakinews.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan menggunakan air secara bijaksana di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih.

“Memasuki periode kemarau, pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan air bersih dan kesiapan penanganan karhutla. Masyarakat juga dapat membantu mencegah meluasnya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membakar sampah secara sembarangan, dan tidak membuang puntung rokok yang dapat memicu api,” kata Berton dalam siaran pers BNPB, Selasa (1/9/2026).

BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia hingga Selasa (1/9) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian bencana masih didominasi karhutla dan kekeringan.

Karhutla terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sejak Kamis (27/8) sekitar pukul 11.10 WITA. Kebakaran di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, tersebut membakar lahan seluas sekitar 7 hektare.

Tim gabungan berhasil memadamkan api pada Senin (31/8). Namun, jalur pendakian masih ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi pendaki.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (31/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan dan sampah oleh warga.

Api meluas ke Desa Karkitan, Kecamatan Bayat, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, serta Desa Banaran dan Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. Luas lahan yang terdampak mencapai 11,1 hektare.

Tim gabungan berhasil mengendalikan api pada hari yang sama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, kekeringan terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, akibat musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi warga di Desa Ujung Loe, Kecamatan Manyapa.

Sebanyak 18 kepala keluarga atau 72 jiwa terdampak kekeringan. BPBD Kabupaten Bulukumba kemudian menyalurkan bantuan air bersih sebanyak satu tangki dengan kapasitas 5.000 liter.
BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak karhutla menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi paparan asap.

“Penggunaan air secara bijaksana perlu dilakukan di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait,” ujar Berton.

BNPB meminta masyarakat segera melaporkan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi kedaruratan lainnya melalui Pusat Telepon BNPB 117 atau BPBD setempat.