KAKINEWS, BANJARBARU – Pekerjaan sebagai penggali kubur dan penjaga makam mungkin jarang mendapat sorotan. Namun, ketika warga sedang berduka, merekalah yang berada di garis depan untuk memastikan proses pemakaman berjalan dengan baik.

Perhatian terhadap pekerjaan tersebut kini diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui program insentif bagi penjaga dan penggali Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU).

Pada 2026, sebanyak 464 orang tercatat menerima insentif tersebut. Masing-masing mendapatkan Rp150 ribu setiap tiga bulan.

Kepala Bidang Sarana Utilitas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, Ir. Yusuf Khoiruddin, mengatakan pemberian insentif merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para penjaga dan penggali TPBU.

Menurutnya, keberadaan mereka memiliki peran penting dalam pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menjaga kondisi lingkungan pemakaman serta membantu proses pemakaman.

“Penjaga dan penggali TPBU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayanan pemakaman karena melaksanakan tugas operasional di lapangan,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab para penjaga maupun penggali makam dalam menjalankan tugasnya.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab penjaga serta penggali TPBU, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemakaman yang tertib, layak, responsif, dan berkelanjutan,” katanya.

Bagi para penerima, insentif tersebut bukan hanya bantuan rutin dari pemerintah. Tambahan penghasilan itu juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dirasakan Abdul Muis, penggali kubur asal Jalan Kuranji, Banjarbaru. Ia mengaku bersyukur mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Syukur alhamdulillah ada tambahan dari Pemerintah Kota Banjarbaru, Ibu Wali Kota. Kami banyak-banyak terima kasih atas nama warga Kuranji yang telah menerima insentif untuk menyambung hidup,” ucapnya.

Pemberian insentif ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemko Banjarbaru kepada kelompok masyarakat yang selama ini bekerja di balik layar pelayanan publik.

Meski tidak banyak terlihat, tugas para penggali dan penjaga makam tetap memiliki arti penting bagi masyarakat. Mereka hadir ketika keluarga tengah kehilangan orang yang dicintai dan membantu memastikan proses pemakaman berlangsung dengan layak.

Melalui program tersebut, Pemko Banjarbaru berupaya memberikan penghargaan kepada mereka yang selama ini menjalankan tugasnya dalam senyap, tetapi memiliki peran nyata di tengah masyarakat.