KAKINEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan performa positif. Di tengah pergerakan bursa Asia yang belum seragam, indeks saham Indonesia justru melaju dan menembus level 6.675.

Hingga sekitar pukul 09.30 WIB, IHSG tercatat naik 55,95 poin atau 0,85 persen. Penguatan tersebut menunjukkan sentimen pasar domestik masih cukup kuat pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas transaksi selama sekitar 30 menit pertama perdagangan mencapai 9,2 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,19 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 532.078 kali.

Mayoritas saham bergerak di zona hijau. Sebanyak 347 saham mengalami kenaikan, sementara 186 saham melemah dan 197 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Penguatan IHSG terjadi ketika pasar saham Asia bergerak beragam. Sejumlah indeks regional justru berada di zona merah, di antaranya Topix dan Nikkei 225 Jepang, Hang Seng Hong Kong, Straits Times Singapura, indeks saham Vietnam, serta KLCI Malaysia.

Namun, beberapa bursa Asia lainnya ikut mencatat penguatan bersama IHSG. KOSPI dan KOSDAQ Korea Selatan, Shanghai Composite, Shenzhen Composite, CSI 300 China, serta PSEi Filipina bergerak positif pada perdagangan pagi.

Sentimen domestik turut menjadi perhatian investor. BRI Danareksa Sekuritas melihat kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi salah satu faktor positif bagi pasar, meskipun perkembangan bencana dan aktivitas erupsi masih menjadi risiko yang perlu dicermati.

Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 tercatat mencapai US$146,5 miliar, meningkat dibandingkan posisi Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar.

Secara teknikal, BRI Danareksa menilai IHSG masih memiliki peluang bergerak dalam fase konsolidasi di rentang 6.600 hingga 6.700. Level 6.600 dipandang sebagai area penopang, sedangkan 6.700 menjadi batas penting yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut.

Apabila IHSG mampu melewati level tersebut, peluang kenaikan lanjutan terbuka. Sebaliknya, jika indeks kembali jatuh di bawah 6.600, pasar berpotensi menguji area 6.475 hingga 6.375.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa memasukkan saham IMPC, TINS, dan KOTA sebagai pilihan.

Sementara Phintraco Sekuritas menilai posisi cadangan devisa yang meningkat memberikan sinyal positif terhadap fundamental ekonomi nasional. Cadangan devisa tersebut dinilai masih berada pada level yang aman karena mampu membiayai kebutuhan impor lebih dari lima bulan.

Meski demikian, Phintraco memperkirakan IHSG akan menghadapi sejumlah area pengujian dan bergerak di kisaran 6.550 hingga 6.600. Saham yang menjadi pilihan antara lain INDF, INKP, AKRA, BFIN, dan MNCN.

Di sisi lain, pasar masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal. CGS International Sekuritas menyoroti aksi jual investor asing serta pelemahan harga emas dan nikel sebagai faktor yang dapat menekan pergerakan indeks.

Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas seperti CPO, timah, dan tembaga berpotensi memberikan dorongan positif terhadap saham-saham terkait.

CGS memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, dengan area support pada 6.565 hingga 6.510 dan resistance di kisaran 6.675 sampai 6.730.

Saham pilihan CGS International Sekuritas meliputi HMSP, INDF, BTPS, TAPG, CMRY, dan BUMI.

Adapun Panin Sekuritas melihat tekanan terhadap pasar masih mungkin terjadi akibat ketegangan geopolitik global, kenaikan harga minyak, serta berlanjutnya aliran dana asing keluar dari pasar saham Indonesia.

Panin memasukkan ITMG, AKRA, dan INKP sebagai saham pilihan untuk perdagangan Selasa ini.

Dengan IHSG yang langsung menguat sejak pembukaan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan indeks mempertahankan posisi di atas level 6.600 dan menembus resistance psikologis 6.700.