
JAKARTA, KAKINEWS.ID — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang dikendalikan kelompok usaha Haji Isam, mulai membuka lebih lebar arah ekspansi bisnisnya. Tak lagi hanya mengandalkan nikel, PACK menyiapkan langkah akuisisi dan membidik aset mineral lain sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Rencana tersebut terungkap dalam public expose insidentil yang digelar pada Jumat (11/9/2026). Manajemen PACK mengonfirmasi bahwa perseroan tengah menyiapkan aksi korporasi, termasuk akuisisi, untuk memperkuat bisnis sekaligus memperluas basis sumber daya perusahaan.
Dalam paparannya, PACK menyatakan ekspansi ke mineral selain nikel akan diarahkan ke sektor hulu (upstream) dan midstream. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas portofolio sumber daya dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Namun sebelum masuk lebih jauh ke diversifikasi mineral, PACK akan terlebih dahulu menggenjot produksi bijih nikel.
“Langkah ini akan dilakukan melalui kombinasi pertumbuhan organik dan ekspansi anorganik (akuisisi) yang terarah,” ungkap manajemen PACK dalam public expose tersebut.

Manuver ini menunjukkan bahwa ekspansi PACK tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi mulai diarahkan menuju pembangunan ekosistem pertambangan yang lebih terintegrasi.
Saat ini, PACK telah mengakuisisi saham minoritas pada dua perusahaan tambang nikel, yakni PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara. Total Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kedua perusahaan tersebut pada 2026 mencapai sekitar 10 juta ton.
Kepemilikan tersebut diproyeksikan memperluas akses PACK terhadap sumber daya sekaligus memperkuat pasokan bahan baku untuk mendukung rencana integrasi bisnis di sektor midstream.
Strategi PACK kemudian dibangun dalam tiga tahapan besar.
Tahap pertama adalah meningkatkan produksi bijih nikel sekaligus mencari dan mengakuisisi portofolio tambang baru yang dinilai strategis.
Tahap kedua, PACK menargetkan pembangunan integrasi bisnis nikel secara end-to-end, mulai dari sektor hulu hingga kegiatan pemurnian dan pengelolaan material.
Sedangkan tahap ketiga adalah diversifikasi ke mineral lain di luar nikel.
Artinya, PACK sedang menyiapkan transformasi dari perusahaan yang bertumpu pada bisnis nikel menjadi perusahaan dengan portofolio mineral yang lebih beragam.
Sorotan Pasar dan Suspensi Saham
Di tengah agresivitas rencana ekspansi tersebut, pergerakan saham PACK juga menjadi sorotan pasar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah beberapa kali melakukan suspensi perdagangan saham PACK menyusul pergerakan harga saham yang mengalami kenaikan signifikan.
Suspensi terbaru diberlakukan sejak 31 Agustus 2026 dan hingga 14 September 2026 masih belum dibuka.
Sebelumnya, saham PACK juga sempat disuspensi pada 26 Agustus 2026 dan baru kembali diperdagangkan pada 27 Agustus 2026.
Dengan demikian, saham PACK tercatat mengalami suspensi sebanyak dua kali dalam rentang waktu relatif berdekatan.
Di tengah kondisi tersebut, spekulasi pasar mengenai kemungkinan aksi korporasi PACK semakin mengemuka. Salah satu isu yang beredar adalah kemungkinan ekspansi anorganik melalui akuisisi, selain spekulasi mengenai rencana penggalangan dana dalam jumlah besar.
Untuk isu akuisisi, manajemen PACK kini telah memberikan konfirmasi bahwa perseroan memang menyiapkan ekspansi anorganik. Namun, detail mengenai target perusahaan, nilai transaksi maupun mineral yang menjadi sasaran belum diungkapkan.
Sementara terkait isu penggalangan dana, PACK belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Manajemen menegaskan setiap aksi korporasi nantinya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan pasar modal dan disertai keterbukaan informasi kepada publik.
“Apabila Perseroan akan melakukan aksi korporasi dalam bentuk apapun, perseroan akan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku, termasuk melakukan keterbukaan informasi kepada publik dan memperoleh persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas manajemen.
Dengan rencana akuisisi, peningkatan produksi nikel, pembangunan integrasi end-to-end, hingga diversifikasi mineral, langkah PACK kini menjadi salah satu manuver ekspansi yang patut dicermati investor.
Terlebih, seluruh rencana tersebut berlangsung bersamaan dengan tingginya perhatian pasar terhadap saham PACK dan berulangnya penghentian sementara perdagangan sahamnya.
Untuk saat ini, target akuisisi dan nilai aksi korporasi masih menjadi informasi yang ditunggu pasar. Kepastian mengenai aset yang akan dibidik akan menjadi kunci untuk melihat seberapa besar ambisi ekspansi PACK di luar bisnis nikel.







