
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Enam penyelam berpengalaman asal Batam dikerahkan untuk membantu pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo.
Tim penyelam tersebut didatangkan Sekretaris Komisi II sekaligus Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Jahrian, untuk memperkuat operasi pencarian yang dilakukan Basarnas dan unsur SAR lainnya, Sabtu (19/9/2026).
Jahrian mengatakan, pengerahan penyelam merupakan bentuk dukungan kemanusiaan untuk mempercepat proses pencarian, khususnya terhadap kemungkinan korban yang masih berada di dalam maupun di sekitar badan kapal.
“Kami mendatangkan enam penyelam sukarela dari Batam untuk membantu Basarnas dan tim SAR. Seluruh relawan bergerak penuh di bawah koordinasi serta prosedur resmi Basarnas,” ujar Jahrian.
Menurutnya, tambahan personel dengan kemampuan penyelaman diharapkan dapat memperkuat penyisiran di lokasi bangkai kapal.

Jahrian juga mengapresiasi Basarnas yang memberikan ruang bagi relawan untuk mendukung operasi pencarian.
“Fraksi NasDem Kalsel siap memberikan dukungan lanjutan yang dibutuhkan selama proses penanganan musibah ini berlangsung,” katanya.
Salah satu penyelam asal Batam, Jais, mengatakan dirinya datang setelah mendapat panggilan dari Jahrian. Peralatan penyelaman untuk mendukung operasi juga telah disiapkan.
Jais mengaku pernah terlibat dalam sejumlah operasi penyelamatan di laut, termasuk membantu pengangkatan bangkai kapal dan evakuasi sekitar 13 jenazah dalam operasi sebelumnya.
“Kami datang atas panggilan Pak Jahrian dan akan berusaha semampu mungkin membantu evakuasi korban. Peralatan sudah siap, dan jika situasi memungkinkan, kami siap bertugas sampai proses evakuasi benar-benar selesai,” kata Jais.
Pengerahan enam penyelam ini dilakukan ketika operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih berlangsung.
Hingga Jumat (18/9/2026) malam, sebanyak 126 korban masih dinyatakan dalam pencarian.
Sebelumnya, tim SAR kembali menemukan tiga jenazah dari bangkai kapal. Dengan temuan tersebut, total korban yang telah ditemukan mencapai 117 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang yang terdata berada







