
JAKARTA, KAKINEWS.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (25/9) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (26/9) pukul 07.00 WIB.
Bencana yang dilaporkan meliputi kebakaran hutan dan lahan, kebakaran tempat pembuangan akhir, kekeringan, cuaca ekstrem, angin kencang, dan banjir.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau.
“Masyarakat juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, angin kencang, dan banjir dengan memperhatikan informasi serta peringatan dini dari pemerintah dan pihak berwenang,” kata Berton dalam siaran pers BNPB, Sabtu (26/9).
BNPB mencatat karhutla terjadi di sejumlah daerah, antara lain Tana Toraja, Semarang, Grobogan, Sragen, Minahasa, Parigi Moutong, Bitung, dan Belitung Timur.
Di Desa Lembang Poton, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kebakaran yang terjadi sejak Kamis (24/9) berdampak pada lahan seluas sekitar 496,4 hektare. Kebakaran dipicu cuaca panas dan kering disertai angin kencang.
Sementara di kawasan Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, Kota Bitung, Sulawesi Utara, area terdampak diperkirakan mencapai 4.600 hektare dan masih dalam proses pendataan. Penanganan melibatkan Manggala Agni, BPBD, dan BKSDA.
Kebakaran juga terjadi di TPA Sumompo, Kota Manado, Sulawesi Utara. Area terdampak diperkirakan sekitar tiga hektare dan tidak terdapat korban jiwa.
Untuk bencana kekeringan, BNPB melaporkan kondisi tersebut terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Di Pringsewu, kekeringan berdampak pada 138 kepala keluarga. BPBD setempat telah mendistribusikan 18.000 liter air bersih hingga Jumat (25/9).
Sedangkan di Kabupaten Pemalang, kekeringan telah berlangsung sejak 25 Juni 2026 dan berdampak pada sekitar 10.764 kepala keluarga. Hingga Jumat (25/9), sebanyak 150.000 liter air bersih telah disalurkan.
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sementara banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.
Di Aceh Tenggara, sekitar 124 kepala keluarga atau 479 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 124 rumah, satu tanggul, satu jembatan, dan satu ruas jalan nasional turut terdampak.
Berton juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan selama musim kemarau.
“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama periode kemarau, serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujar Berton.






