
KAKINEWS.ID, JAKARTA-PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) memperkuat konektivitas logistik dari Jawa Timur menuju Indonesia Timur melalui fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu hub logistik yang menghubungkan kebutuhan industri, pergudangan, pelabuhan, hingga distribusi barang menuju berbagai wilayah Indonesia Timur.
Berdasarkan data BPS, sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I 2026. Secara tahunan, sektor ini tumbuh 8,04 persen pada triwulan I dan 5,65 persen pada triwulan II 2026, dengan kontribusi 6,16 persen terhadap struktur PDB triwulan II.
Direktur Utama CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan, fasilitas Osowilangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi juga menjadi simpul konektivitas industri.
“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur,” ujar Iman Sjafei di Surabaya, Rabu (30/9/2026).
Menurut Iman, fasilitas yang terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian dalam proses logistik.

Kompleks pergudangan Osowilangun telah beroperasi sejak 2017 dengan luas mencapai 140.000 meter persegi. Fasilitas tersebut juga dilengkapi Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi.
CKB Logistics mencatat tingkat keterisian atau occupancy rate fasilitas Osowilangun mencapai 82 persen. Sebagai PLB, fasilitas tersebut mendukung kegiatan inbound dan outbound, penyimpanan sesuai ketentuan kepabeanan, repacking, pelabelan, serta konsolidasi barang.
Mekanisme PLB juga memungkinkan penundaan pembayaran bea dan pajak hingga barang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan
CKB Logistics juga mengintegrasikan aspek keselamatan, digitalisasi, efisiensi energi, dan keberlanjutan dalam operasional fasilitas Osowilangun.
Fasilitas tersebut memanfaatkan pencahayaan alami melalui skylight dan menggunakan forklift listrik untuk mendukung efisiensi operasional. Perusahaan juga menjalankan program tanggung jawab sosial, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya, serta penggunaan kendaraan berstandar emisi Euro 4.
“Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” kata Iman.
Pertumbuhan sektor logistik juga sejalan dengan perkembangan ekonomi Jawa Timur. BPS mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen pada triwulan I 2026 dan 5,72 persen pada triwulan II 2026.
Iman mengatakan, CKB Logistics akan terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan industri, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Digitalisasi membantu kami membaca kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, sementara penerapan ESG memastikan pertumbuhan logistik berjalan seiring dengan efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Melalui fasilitas Osowilangun, CKB Logistics menempatkan Surabaya sebagai salah satu simpul distribusi yang mendukung pergerakan barang dari kawasan industri Jawa Timur menuju pasar di Indonesia Timur.








