MARTAPURA, KAKINEWS.ID – Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Mekar Sari dan Desa Handil Bujur, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi sorotan.

Bagaimana tidak, proyek infrastruktur dengan nilai kontrak sekitar Rp12,8 miliar tersebut belum sepenuhnya rampung, namun sejumlah bagian bangunan siring di sepanjang ruas jalan sudah ditemukan mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat lebih dari 10 titik kerusakan pada bagian siring. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah lokasi sepanjang jalur yang masih dalam tahap pengerjaan.

Kerusakan yang muncul di tengah proses pembangunan itu pun memunculkan pertanyaan mengenai penyebabnya, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah dengan nilai miliaran rupiah.

Seorang warga Desa Aisyah mengatakan, pekerjaan pembangunan jalan tersebut mulai dikerjakan sejak Februari 2026. Namun hingga saat ini, proyek belum dinyatakan selesai.

“Terkait masalah jalan memang ada kerusakan pada beberapa titik,” ujarnya.

Selain kerusakan, proyek tersebut juga menjadi perhatian karena masa pelaksanaan awalnya disebut berakhir pada September 2026. Namun, aktivitas pekerjaan masih terlihat berlangsung di lapangan.

Dijelaskan Akibat Alat Berat Cetak Sawah

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Milky Rosadie, membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah bagian siring.

Namun, ia menjelaskan kerusakan tersebut bukan semata-mata akibat pekerjaan pembangunan jalan. Menurutnya, kerusakan terjadi akibat adanya aktivitas program cetak sawah yang dilaksanakan Kementerian Pertanian di sekitar lokasi.

Pekerjaan tersebut, kata Milky, menggunakan alat berat jenis ekskavator PC 200 yang kemudian berdampak terhadap bangunan siring yang sudah terpasang.

“Kerusakan pada bagian siring itu lantaran adanya pekerjaan Kementerian Pertanian untuk cetak sawah dengan menggunakan alat ekskavator PC 200 sehingga merusak infrastruktur yang ada,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, bagian siring yang mengalami kerusakan nantinya menjadi bagian yang harus ditangani kembali dalam proses penyelesaian pekerjaan.

Akses Jadi Kendala, Pelaksanaan Diperpanjang 48 Hari

Sementara mengenai pekerjaan yang belum selesai, Milky menyebut salah satu kendalanya berkaitan dengan akses menuju lokasi.

Menurutnya, terdapat sejumlah jembatan yang menjadi jalur akses menuju kawasan pekerjaan, khususnya di wilayah Mangkal Laut, Mangkal Luar dan Desa Mantuil.

Kondisi akses tersebut disebut turut memengaruhi mobilisasi material maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Atas kondisi itu, pihak pelaksana mendapatkan adendum waktu selama 48 hari.

“Akibat ada kerusakan itu pihak melakukan adendum selama 48 hari,” ungkapnya.

Selain penanganan terhadap bagian siring yang rusak, pelaksana juga melakukan pekerjaan tambahan untuk mendukung fungsi konstruksi.

Salah satunya pemasangan pipa suling yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air dari bagian konstruksi siring.

“Jadi ada pipa suling namanya, sebesar perkiraan satu inci per 50 meter kalau tidak salah. Itu sudah dipasang untuk saluran pembuangan air,” beber Milky.

Nilai Kontrak Rp12,8 Miliar

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh CV Sateja Wiguna Sejahtera dengan nilai kontrak sekitar Rp12,8 miliar.

Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan awal selama 180 hari kalender dan mendapat pendampingan dari pihak Kejaksaan.

Dengan adanya perpanjangan waktu serta ditemukannya kerusakan pada sejumlah bagian siring, penyelesaian proyek kini menjadi perhatian.

Pemerintah daerah perlu memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak, termasuk memastikan bagian infrastruktur yang mengalami kerusakan mendapatkan penanganan yang memadai.

Terlebih, kerusakan tersebut ditemukan saat proyek belum sepenuhnya rampung. Karena itu, kualitas hasil akhir pekerjaan menjadi hal penting untuk dipastikan agar infrastruktur yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut dapat berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.