KAKINEWS.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menegaskan penyelesaian berbagai permasalahan di Papua harus mengedepankan pendekatan keamanan dan kesejahteraan secara terpadu. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Timika, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026), dengan membawa arahan Presiden RI.

Dudung mengatakan, stabilitas keamanan menjadi landasan penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Karena itu, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait perlu memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menangani berbagai persoalan di wilayah tersebut.

“Pesan Bapak Presiden bahwa keamanan pasti akan berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, diciptakan situasi aman, baik dari pemerintah daerah maupun aparat yang terkait di sini, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dikerjakan bersama, berkolaborasi, terkoordinasi, sehingga tidak jalan masing-masing,” ujar Dudung.

Ia menegaskan, pembangunan Papua harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan manfaat yang dirasakan masyarakat hingga tingkat bawah. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) akan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan program pembangunan berjalan terpadu.

“Pembangunan Papua harus menyusur sampai ke tingkat bawah. Ini yang kita pastikan. Tugas saya mengoordinasikan semua kelembagaan yang terkait untuk melihat sejauh mana perkembangan situasi yang ada di wilayah,” katanya.

Selain menekankan koordinasi pembangunan, Dudung mengingatkan prajurit TNI dan personel Polri agar menjaga profesionalisme serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan, loyalitas kepada Merah Putih harus menjadi landasan pengabdian aparat negara.

“Loyalitaslah kepada Merah Putih. TNI dan Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jadilah prajurit-prajurit pejuang yang mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan golongan,” tegasnya.

Dudung juga meminta aparat mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua. Penanganan terhadap kelompok yang mengancam keselamatan masyarakat, menurutnya, perlu disertai pendekatan persuasif dan dialogis untuk membangun kepercayaan serta merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Pesan Bapak Presiden, di samping melaksanakan tugas-tugas terhadap kelompok pengacau keamanan yang selama ini menyakiti masyarakat, yang kedua adalah lakukanlah pendekatan dengan hati. Pendekatan untuk merangkul siapa pun untuk membangun bersama bangsa ini, membangun bersama Tanah Papua agar ke depannya semakin maju dan sukses,” ungkapnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Dudung juga memimpin rapat melalui telekonferensi bersama Menteri Dalam Negeri serta unsur TNI dan Polri untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah guna memperkuat stabilitas pertahanan dan keamanan.

Dudung turut meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Limau Asri Timur dan menyerahkan 1.000 bingkisan kepada masyarakat. Ia kemudian memberikan pengarahan kepada personel TNI-Polri di Aula Kompleks Batalyon 754/ENK serta menyerahkan 1.000 paket bingkisan kepada personel.

Pengarahan tersebut diikuti unsur komando kewilayahan, Kogabwilhan III, Koops TNI Habema, Satgas Elang BIN, Satgas Operasi Damai Cartenz Polri, dan Satgas Mamberamo BAIS. Rangkaian kunjungan juga mencakup peninjauan Markas Kogabwilhan III untuk melihat kesiapan dan koordinasi unsur pertahanan dan keamanan di Papua Tengah.

Melalui kunjungan tersebut, Dudung berharap pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dapat menyatukan langkah dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan di Papua.

“Semoga ke depannya, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, dan semua elemen yang terkait, bersama-sama berpikiran satu, sepakat untuk Merah Putih, untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.