KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Menghadapi musim hujan, penanganan sejumlah titik rawan banjir di Kota Banjarmasin perlu menjadi perhatian pemerintah. Kesiapan infrastruktur drainase, normalisasi saluran air hingga koordinasi lintas instansi dinilai penting untuk mengantisipasi genangan yang kerap terjadi saat curah hujan meningkat.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Rais Ruhayat, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, melainkan membutuhkan kerja sama sesuai kewenangan masing-masing.

“Semua pihak harus bekerja untuk mengatasi karhutla, harus bahu-membahu sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Dengan kerja sama yang tepat, semoga bisa mengurangi dampak karhutla yang saat ini tengah marak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD,” ujar Rais.

Prinsip kolaborasi tersebut juga relevan dalam mengantisipasi potensi banjir di Kota Banjarmasin, terutama melalui koordinasi pemerintah daerah, BPBD, instansi teknis, serta masyarakat.

Sebagai kota yang memiliki banyak aliran sungai dan berada di kawasan dataran rendah, Banjarmasin memiliki kerawanan terhadap genangan, khususnya ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan pasang air sungai.

Sejumlah kawasan seperti Pemurus, Sungai Buring, Zafri Zam Zam, hingga kawasan Veteran menjadi perhatian dalam program penanganan genangan dan pengembangan drainase pemerintah kota.

Persoalan drainase juga pernah disampaikan langsung masyarakat kepada Rais saat melaksanakan reses di Kelurahan Kuin Cerucuk. Warga mengeluhkan gorong-gorong yang menyebabkan genangan air ketika hujan deras akibat saluran yang tersumbat.

Rais menyatakan persoalan tersebut akan dibawa kepada pemerintah daerah apabila menjadi kewenangan pemerintah daerah, serta dikoordinasikan dengan pemerintah kota apabila menjadi kewenangan Pemko Banjarmasin.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pembangunan drainase di sejumlah kawasan. Beberapa ruas yang menjadi sasaran pembangunan pada 2026 di antaranya Jalan KS Tubun, Jalan Madang, Jalan Ratu Zaleha, dan Jalan Kelayan B.

Kesiapan menghadapi musim hujan pun tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur baru. Pemeliharaan saluran yang sudah ada, pembersihan sedimentasi, serta memastikan tidak ada sumbatan pada aliran air juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko banjir.

Dengan koordinasi lintas instansi dan penanganan yang terencana, potensi genangan di sejumlah kawasan Kota Banjarmasin diharapkan dapat diantisipasi lebih awal sebelum memasuki puncak musim hujan.