
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Basarnas Banjarmasin mengingatkan seluruh awak kapal dan nelayan agar meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul peristiwa hilangnya seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Putra Bugis bernama Baco (50), yang ditemukan meninggal dunia setelah dua hari dilakukan pencarian di perairan Laut Jawa.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan yang memadai selama bekerja di atas kapal.
“Kami mengimbau kepada seluruh awak kapal dan nelayan agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, menggunakan alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecelakaan selama bekerja di atas kapal,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, Baco dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal ketika aktivitas pengangkatan jaring pada Rabu (4/11/2026) dini hari.

Korban sempat mengalami muntah-muntah sebelum nakhoda kapal memerintahkannya beristirahat. Namun, setelah proses pengangkatan jaring selesai, korban diketahui sudah tidak berada di kapal.
Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian sejak laporan diterima Basarnas Banjarmasin pada Kamis (5/11/2026).
Pada hari kedua pencarian, Jumat (6/11/2026), korban berhasil ditemukan sekitar satu nautical mile dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi berlangsung dengan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut yang mencapai ketinggian sekitar 0,5 hingga 0,75 meter.
I Putu Sudayana juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh unsur SAR, awak kapal, dan nelayan yang terlibat dalam operasi pencarian.
Setelah korban diserahkan kepada keluarga di Muara Kintab, operasi SAR resmi
diusulkan untuk ditutup.









