KAKINEWS.ID, JOMBANG — Perjalanan pemulangan jenazah Ghondam Prakoso, mualim dua KM Virgo Transport 8, menuju rumah duka di Jombang, Jawa Timur, sempat diwarnai kecelakaan beruntun.

Ambulans yang membawa peti jenazah Ghondam terlibat kecelakaan beruntun di Jalan KH Wahab Chasbulloh, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan sedikitnya lima mobil dan dua sepeda motor. Ambulans Toyota Avanza bernomor polisi L 1765 KG yang membawa jenazah Ghondam mengalami kerusakan pada bagian depan hingga radiator sempat mengeluarkan percikan api.

Pengemudi ambulans, Fajar, mengatakan kecelakaan bermula ketika seorang pengendara sepeda motor di depan rombongan tiba-tiba berbelok ke kanan.

Saat itu, rombongan kendaraan sedang dalam perjalanan dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju rumah duka di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang.

“Ada mbak-mbak mau nyeberang. Di belakangnya ada relawan dan mobil Dinsos. Relawannya tidak bisa banting setir, terus kendaraan yang di belakangnya menabrak dari belakang,” kata Fajar.

Melansir kompas.com, Posisi ambulans berada tepat di belakang kendaraan Dinas Sosial Kabupaten Jombang jenis Mitsubishi Pajero Sport. Di belakang ambulans terdapat kendaraan keluarga korban.

Benturan beruntun kemudian terjadi hingga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.

“Tadi sempat muncul api dari radiatornya, tapi sudah terkondisikan. Jenazah sudah dipindah ke ambulans lain,” ujar Fajar.

Peti jenazah Ghondam kemudian dipindahkan ke ambulans milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang agar perjalanan menuju rumah duka dapat dilanjutkan.

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang juga datang ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendalaman terkait kecelakaan tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda M Nurul Iman mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Laporan belum lengkap, anggota masih di TKP pendalaman,” ujarnya.

Ditemukan Setelah 18 Hari

Meski sempat tertahan akibat kecelakaan, jenazah Ghondam akhirnya tiba di rumah duka di Desa Bulurejo sekitar pukul 10.30 WIB.

Kepulangan jenazah tersebut sekaligus mengakhiri penantian keluarga selama 18 hari setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026.

Ghondam sebelumnya ditemukan di wilayah perairan Pantai Soreang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kepastian identitas korban disampaikan Basarnas kepada keluarga pada Rabu (30/9/2026).

“Alhamdulillah, kemarin Rabu (30/9/2026) kami mendapat informasi dari Basarnas kalau sudah teridentifikasi, yaitu Ghondam Prakoso,” kata paman korban, Zulkarnain Sutopo.

Jenazah Ghondam kemudian diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Bandara Juanda, Sidoarjo, sebelum dibawa melalui jalur darat menuju Jombang.

Setibanya di rumah duka, jenazah langsung disalatkan dan kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Bulurejo.

Disebut Jadi Awak Terakhir yang Keluar

Zulkarnain mengatakan berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari kapten kapal, Ghondam merupakan salah satu awak yang bertugas membantu proses evakuasi ketika KM Virgo Transport 8 mengalami musibah.

Ghondam disebut termasuk dalam lima awak kapal yang terakhir meninggalkan kapal. Mereka sebelumnya membantu membagikan pelampung dan mengembangkan liferaft.

“Kelima orang ini paling terakhir keluar. Sebelumnya mereka melaksanakan tugas membagikan pelampung dan mengembangkan liferaft,” jelas Zulkarnain.

Ghondam kemudian melompat ke laut dengan menggunakan life jacket. Namun, ia terpisah dari rekan-rekannya setelah diterjang gelombang tinggi pada malam hari.

Ghondam mengawali kariernya di dunia pelayaran sebagai juru mudi sebelum dipercaya menjabat sebagai mualim dua. Sebelum musibah terjadi, ia juga telah terdaftar untuk mengikuti pendidikan sertifikasi Ahli Nautika Tingkat II (ANT II).

Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki berusia empat tahun.

“Kami keluarga Ghondam Prakoso mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada instansi terkait dan siapa pun yang sudah bekerja keras membantu mencari korban Virgo. Kami hanya bisa menerima apa yang sudah menjadi kehendak Allah,” pungkas Zulkarnain.