SURABAYA, KAKINEWS.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan, Kementerian Kehutanan dan Perum Perhutani harus bertanggung jawab merawat hutan agar terhibdar dari dari kebakaran ketika musim kemarau panjang berlangsung.

Penegasan BHS, sapaan Bambang Haryo Soekartono dia sampaikan dalam reses di kantor BMKG Jawa Timur, Surabaya, Rabu 28 Oktober 2026.

Menurutnya, dua instansi tersevyt harus menyediakan sarana seperti pesawat pengebom air, rekayasa hujan buatan, dan sistem sprinkler untk menjaga hutan agar tidak terjadi kebakaran.

Ia menilai kebakaran telah menyebabkan kerugian besar, mulai dari kesehatan masyarakat, keselamatan satwa, kerusakan tumbuhan berpotensi obat, sampai rumah penduduk dan korban jiwa.

Ia menuding kebakaran justru terjadi di kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani.
Ia mengingatkan bahwa hutan-hutan tidak boleh dibiarkan kering lebih dari 21 hari. Hutan harus disiram minimal 21 hari sekali ketika musim kemarau tiba.

Tujuannya, tambahnya, agar daun dan dahan pohon-pohon di hutan tidak kering yang mudah terbakar.

Daun yang hijau, ujarnya, tidak akan bisa dibakar dengan korek api karena daun dan dahannya mengandung 85 persen air.

Ia menambahkan, hutan tropis Indonesia yang luasnya sekitar 125 juta hektare sangat bergantung pada curah hujan.

Negara-negara ASEAN seperti Malaysia (sekitar 22 juta hektare), Thailand (16,4 juta hektare), dan Vietnam (15,03 juta hektare) rutin menyirami hutan dengan water bombing, hujan buatan, dan sprinkler agar hutan tetap hijau dan segar selama musim kemarau.

Dengan begitu, katanya, titik panas di negara-negara tersebut hampir tidak ada, termasuk di Papua Nugini.

Menurutnya, anggaran Kementerian Kehutanan sekitar Rp6 triliun sebenarnya cukup untuk merawat hutan di musim kemarau sekaligus mengidentifikasi spesies tumbuhan, satwa, dan ekosistem agar tetap lestari.

Ia menilai, kebakaran berpotensi merugikan sektor pariwisata, industri, dan perdagangan.

“Lembaga yang menangani hutan harus dipimpin oleh orang-orang profesional dan kompeten,” katanya.***