
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Sebanyak 36 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan yang sempat terlantar di Arab Saudi akhirnya dapat dipulangkan ke Tanah Air setelah mendapat bantuan dari Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama.
Para jemaah yang berasal dari Kabupaten Balangan, Tabalong, dan Hulu Sungai Tengah (HST) itu sebelumnya mengalami kesulitan setelah diduga menjadi korban kelalaian agen travel. Mereka bahkan diusir dari hotel di Madinah karena biaya penginapan belum dibayarkan oleh pihak travel.
Kesulitan para jemaah berlanjut saat hendak kembali ke Indonesia. Tiket pesawat yang mereka pegang ternyata tidak dapat digunakan sehingga mereka terlantar selama empat hari di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi yang mencapai 43 hingga 45 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat para jemaah, terutama yang lanjut usia, mengalami kelelahan. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami luka melepuh pada kaki akibat suhu panas dan kehabisan bekal sehingga hanya mengandalkan makanan seadanya.
Bambang Heri Purnama mengaku mengetahui kondisi para jemaah usai menunaikan salat Jumat ketika dirinya juga sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Setelah memastikan keberadaan rombongan tersebut, ia langsung mengambil langkah untuk membantu proses kepulangan mereka.

“Saya spontan membantu karena mereka adalah warga Kalimantan Selatan yang sedang mengalami kesulitan di negara orang. Yang terpenting mereka bisa segera pulang dengan selamat,” ujar Bambang, Kamis (6/8).
Ia kemudian menanggung seluruh biaya kepulangan para jemaah, mulai dari transportasi darat, tiket pesawat dari Madinah menuju Jakarta, akomodasi selama transit di Jakarta, hingga penerbangan lanjutan menuju Banjarmasin.
Seluruh rombongan diberangkatkan dari Madinah menggunakan maskapai Saudia Airlines menuju Jakarta. Setelah menginap satu malam di ibu kota, mereka melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin menggunakan Citilink sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Menanggapi dugaan pelanggaran yang dilakukan agen travel, Bambang meminta Kementerian Agama bersama aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan berangkat umrah agar lebih selektif dalam memilih biro perjalanan. Menurutnya, calon jemaah perlu memastikan legalitas travel, kepastian tiket penerbangan, serta akomodasi yang disediakan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.





