
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner khas Kalimantan Selatan, tetapi juga berhasil mendorong kepedulian sosial masyarakat melalui penghimpunan wakaf digital yang mencapai lebih dari Rp27,4 juta.
Dana wakaf tersebut dikumpulkan selama tiga hari pelaksanaan festival pada 17–19 Juli 2026 di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk tiga program pemberdayaan, yakni pembangunan dapur produksi daging olahan bagi kemandirian pondok pesantren, pengembangan kandang ayam untuk pemberdayaan masyarakat, serta dana abadi pendidikan.
Festival yang mengusung tema “Rasa Banua, Kebanggaan Kita Semua” ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia mendorong ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor UMKM kuliner sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi digital.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W., mengatakan sinergi antara UMKM, komunitas, dan masyarakat telah menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sosial.
“Ketika UMKM, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan digital yang aman dan andal,” ujarnya.

Selain penghimpunan wakaf digital, festival juga mencatat transaksi UMKM sebesar Rp200 juta melalui lebih dari 5.000 transaksi QRIS dan dikunjungi hampir 2.000 orang selama tiga hari penyelenggaraan.
Tak hanya itu, lebih dari 500 masyarakat mengikuti edukasi literasi keuangan digital dengan tingkat pemahaman yang mencapai lebih dari 94 persen. Sementara lebih dari 50 pengunjung memanfaatkan layanan konsultasi pelindungan konsumen dan pengecekan SLIK yang disediakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Festival Kuliner Banua 2026 turut menghadirkan 15 UMKM kuliner terbaik hasil kurasi dari 131 peserta se-Kalimantan Selatan, serta diramaikan berbagai kompetisi, bazar kuliner, dan edukasi keuangan digital.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap penggunaan transaksi digital dan instrumen keuangan syariah seperti wakaf digital semakin dikenal masyarakat, sekaligus menjadi penggerak ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.





