KAKINEWS.ID, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi mengajak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) memperkuat kolaborasi dalam pemadaman, mitigasi, dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di area perkebunan sawit rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan Kristomei saat menjadi pembicara dalam Pertemuan Nasional sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 APKASINDO di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

BNPB menekankan pentingnya penerapan prinsip zero burning atau pembukaan dan pengelolaan kebun tanpa membakar untuk mencegah karhutla. Prinsip ini sejalan dengan standar sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025.

Selain menerapkan prinsip tanpa bakar, petani sawit juga didorong memenuhi standar pencegahan karhutla, memiliki standar operasional prosedur (SOP), membangun sekat kanal, serta menyediakan peralatan pemadam kebakaran dasar.

Kepatuhan terhadap langkah-langkah tersebut tidak hanya penting untuk mengurangi risiko bencana, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing produk sawit rakyat. Dengan menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan, tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan petani diharapkan dapat memenuhi persyaratan pasar global.

Sebagai langkah konkret, BNPB mengimbau petani melakukan pembukaan lahan secara manual atau mekanis tanpa pembakaran. Sisa-sisa tebangan juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos sehingga memiliki nilai guna bagi perkebunan.

Kolaborasi antara BNPB dan APKASINDO diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla sejak dini, sekaligus mendorong pengelolaan perkebunan sawit rakyat yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.