New Jersey, Kakinews – Timnas Brasil harus puas mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Selecao ditahan Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.

Hasil ini membuat Brasil dan Maroko sama-sama mengantongi satu poin dari pertandingan pertama mereka di fase grup. Bagi Maroko, hasil tersebut menjadi bukti bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia setelah penampilan impresif dalam beberapa turnamen internasional terakhir.

Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko tampil berani dan langsung mengambil inisiatif serangan. Pasukan Mohamed Ouahbi mampu mengimbangi bahkan beberapa kali merepotkan lini pertahanan Brasil melalui pergerakan Brahim Diaz dan Neil El Aynaoui.

Tekanan yang terus dibangun Atlas Lions akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Ismael Saibari sukses memecah kebuntuan setelah melepaskan tembakan akurat yang gagal dijangkau kiper Alisson Becker. Gol tersebut membawa Maroko unggul 1-0 sekaligus mengejutkan para pendukung Brasil yang memenuhi stadion.

Keunggulan Maroko bukan tanpa alasan. Mereka tampil disiplin, agresif, dan efektif dalam memanfaatkan setiap ruang yang diberikan oleh lini pertahanan Brasil.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Brasil yang tersentak langsung meningkatkan tempo permainan. Hanya tujuh menit berselang, Vinicius Junior menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.

Bintang Real Madrid itu melepaskan tendangan melengkung spektakuler yang menghujam pojok atas gawang Yassine Bounou pada menit ke-32. Gol indah tersebut membuat skor kembali imbang 1-1 sekaligus menjadi gol internasional ke-10 Vinicius dalam penampilannya yang ke-50 bersama tim nasional Brasil.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Carlo Ancelotti mencoba mengubah dinamika permainan dengan memasukkan Fabinho dan Danilo. Pergantian tersebut membuat Brasil tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan.

Vinicius kembali menjadi pusat kreativitas serangan Selecao. Bersama Rodrygo dan rekan-rekannya, Brasil terus menggempur pertahanan Maroko. Namun, kokohnya lini belakang yang dikomandoi kapten Achraf Hakimi membuat berbagai peluang gagal berbuah gol.

Ancelotti kemudian menambah daya gedor dengan memasukkan Matheus Cunha dan Luiz Henrique. Meski demikian, pertahanan rapat Maroko tetap sulit ditembus.

Memasuki 20 menit terakhir, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim sama-sama berupaya mencari gol kemenangan. Kiper Maroko Yassine Bounou sempat mendapat perawatan akibat mengalami masalah pada bahunya, tetapi mampu melanjutkan pertandingan.

Brasil terus menekan hingga masa injury time. Sejumlah peluang tercipta di depan gawang Maroko, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta disiplin pertahanan Atlas Lions membuat skor tidak berubah.

Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan 1-1 tetap bertahan. Brasil harus menunda ambisinya meraih kemenangan pertama di era Piala Dunia bersama Carlo Ancelotti, sementara Maroko pulang dengan satu poin berharga setelah berhasil meredam salah satu favorit juara dunia.

Susunan Pencetak Gol:

  • Maroko: Ismael Saibari (25′)
  • Brasil: Vinicius Junior (32′)

Klasemen Sementara Grup C:

  1. Brasil – 1 poin
  2. Maroko – 1 poin
  3. Tim lain menunggu hasil pertandingan berikutnya