Korban  dievakuasi ke RSUD Ratu Zalecha Martapura ( Foto : Istimewa)

Kakinews.id, MARTAPURA – Suasana Terminal Bis Pasar Martapura mendadak mencekam setelah duel berdarah antara dua pria pecah di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 40, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (9/5/2026) sore.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.06 Wita itu sontak mengundang perhatian warga dan pengunjung pasar. Jeritan histeris terdengar ketika salah satu pria terkapar bersimbah darah usai terkena tikaman senjata tajam.

Polisi yang menerima laporan melalui layanan darurat 110 langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas gabungan dari Piket Samapta bersama piket fungsi Polres Banjar segera melakukan pengamanan dan mengevakuasi korban.

Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu M. Rifani, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kasus penganiayaan yang melibatkan dua pria dewasa.

“Petugas menerima laporan adanya perkelahian di kawasan Pasar Blauran Terminal Bis Martapura, kemudian anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Rifani.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan seorang pria berinisial R (42), warga Kelurahan Keraton, Martapura, yang diduga sebagai pelaku penusukan. Sementara korban diketahui berinisial K, seorang buruh asal Desa Jawa Laut, Martapura.

Saat petugas tiba di lokasi, keduanya masih terlibat baku hantam. Dalam perkelahian itu, pelaku diduga menggunakan sebilah pisau belati sepanjang sekitar 8 sentimeter untuk menyerang korban.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk pada bagian tangan kanan dan bahu kiri. Darah terlihat mengucur deras hingga korban roboh di lokasi kejadian. Sedangkan pelaku juga mengalami luka di bagian dahi akibat duel tersebut.

Warga yang berada di sekitar terminal tampak panik dan berkerumun menyaksikan proses evakuasi korban. Beberapa pedagang bahkan sempat menutup aktivitas karena takut situasi semakin memanas.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura guna mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara pelaku langsung dibawa ke Mapolres Banjar bersama barang bukti senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut.

“Untuk saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Banjar,” tambah Rifani.