PANTAU PLTU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melangsungkan video call melalui Kepala BIN Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan, S.I.K., M.H. yang berada langsung di lokasi PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, untuk memantau proses penanganan gangguan pembangkit. (Foto: tangkapan layar Instagram @setdaprovkalsel)

 

KAKI.News, BANJARMASIN– Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melangsungkan video call melalui Kepala BIN Daerah (Kabinda) Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan, S.I.K., M.H. yang berada langsung di lokasi PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, untuk memantau penanganan gangguan pembangkit yang berdampak pada terjadinya pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dikutip dari akun Instagram @setdaprovkalsel, Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan tampak berada di depan generator PLTU Asam-Asam yang mengalami gangguan sambil memperlihatkan kondisi di lapangan kepada Gubernur melalui sambungan video.

Dalam percakapan tersebut, Gubernur Muhidin yang didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kabinda yang telah mewakili dirinya turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan.

Selanjutnya, Kabinda mengalihkan sambungan video kepada General Manager PLN, Fajar, untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini pembangkit.

Dalam penjelasannya, pihak PLN menyampaikan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman. Gangguan yang terjadi disebabkan kerusakan generator di PLTU Asam-Asam serta gangguan pada dua pipa boiler di pembangkit Independent Power Producer (IPP) di Murung Raya, Kalimantan Tengah, sehingga memengaruhi sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.

PLN juga menjelaskan penguatan distribusi dan penambahan pasokan terus dilakukan guna menjaga keandalan operasional pembangkit sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali normal secara bertahap. Target pemulihan sistem diproyeksikan berlangsung pada pekan pertama Agustus 2026 apabila proses perbaikan berjalan sesuai rencana.

Video call tersebut dilakukan di tengah banyaknya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga dunia usaha di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.