JAKARTA, KAKINEWS.ID – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung melakukan perombakan besar di tubuh Polri. Sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dimutasi, termasuk 19 Kapolda yang berganti posisi.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Perombakan mencakup sejumlah posisi strategis di Mabes Polri hingga jajaran kewilayahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyebut rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan institusi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Dari total 88 personel yang terkena mutasi, sebanyak 70 personel mendapat promosi atau menempati jabatan baru. Sebanyak 21 personel juga mengalami kenaikan tingkat kepangkatan, disertai penyesuaian jenjang jabatan bagi sejumlah Pati dan Pamen.

Perombakan paling mencolok terjadi di jajaran pejabat utama Mabes Polri. Sebanyak 14 personel mendapat penugasan baru, termasuk pada posisi yang menjadi pusat kendali sejumlah fungsi strategis kepolisian.

Komjen Pol. Asep Edi Suheri ditugaskan sebagai Irwasum Polri. Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti dipercaya menduduki posisi Kabaintelkam Polri.

Posisi Kabareskrim Polri kini ditempati Irjen Pol. Asep Safrudin, sedangkan Kabaharkam Polri dijabat Irjen Pol. Hery Hermawan.

Perubahan juga terjadi pada posisi Kalemdiklat Polri yang kini diisi Irjen Pol. Rudi Darmoko. Sementara Irjen Pol. Andik Setiyono mendapat tugas sebagai Astamarena Kapolri.

Untuk jajaran Asisten Kapolri, Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan ditugaskan sebagai Aslog Kapolri dan Brigjen Pol. Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.

Tak berhenti di sana, sejumlah posisi strategis lain turut berganti, mulai dari Kadivpropam, Kadiv TIK, Kadensus 88 AT, Kadivkum, Kakortastipidkor hingga Koorspripim Polri.

Guncangan rotasi juga terasa di tingkat kewilayahan. Sebanyak 19 jabatan Kapolda mengalami pergantian, termasuk Kapolda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Selatan.

Di Jawa Barat, posisi Kapolda kini ditempati Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Sementara kursi Kapolda Metro Jaya diisi Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.I.K., S.H., M.Si.

Johnny mengatakan para pejabat yang memperoleh jabatan baru dituntut segera beradaptasi dan melanjutkan pelaksanaan program di satuan masing-masing.

“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Perombakan 88 Pati dan Pamen serta pergantian 19 Kapolda ini menjadi langkah besar Suyudi Ario Seto pada awal kepemimpinannya sebagai Kapolri. Struktur komando di tingkat pusat hingga daerah kini memasuki fase baru dengan sejumlah posisi strategis diisi pejabat baru.

Polri menyatakan rotasi tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.