
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan mencatatkan kinerja keuangan yang terus membaik sepanjang 2026. Hingga pertengahan tahun, laba bersih perusahaan telah menembus hampir Rp17 miliar, melampaui target tahunan sebesar Rp15 miliar.
Capaian tersebut diikuti tren peningkatan dividen kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2024, dividen tercatat sekitar Rp5 miliar, meningkat menjadi Rp8,1 miliar pada 2025, dan hingga Juni 2026 telah mencapai Rp9,1 miliar.
Direktur Utama PT Bangun Banua, H. Afrizaldi, mengatakan peningkatan kinerja tersebut menjadi modal untuk memperluas lini usaha melalui anak perusahaan baru, Nusa Bangun Banua.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Target laba bersih kami pada 2026 sebenarnya Rp15 miliar, tetapi saat ini sudah melampaui hingga hampir Rp17 miliar. Ini menunjukkan Bangun Banua mampu terus meningkatkan kontribusi terhadap PAD,” ujarnya saat RDP bersama Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (29/7/2026).
Menurut Afrizaldi, Nusa Bangun Banua akan menggarap berbagai sektor jasa, mulai dari bengkel kendaraan dinas, perawatan AC, lift, hingga penyediaan tenaga outsourcing. Strategi ini diharapkan membuat belanja pemeliharaan pemerintah tetap berputar di daerah dan kembali menjadi dividen bagi pemerintah.

Selain itu, perusahaan juga mulai membidik sektor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk penyediaan oksigen medis dan alat kesehatan bagi rumah sakit daerah sebagai sumber pendapatan baru.





