
Kakinews, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Tabalong kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup dengan meraih penghargaan dalam Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kabupaten/Kota Tahun 2025. Dalam penilaian tersebut, Tabalong menjadi yang terbaik di Kalimantan Selatan dan berhasil menempati peringkat ke-12 secara nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani pada 25 Februari 2026 di Jakarta.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Tabalong juga memperoleh predikat Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih.
Penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri”, yang bertujuan mendorong percepatan penanganan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir di seluruh daerah di Indonesia.
Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup, penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator utama, di antaranya aspek anggaran dan kebijakan, ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas pengelolaan sampah, serta capaian kinerja dan tingkat kebersihan daerah.

Dari berbagai indikator tersebut, Kabupaten Tabalong berhasil meraih total nilai 68,30, yang mengantarkannya menjadi peringkat pertama di Kalimantan Selatan sekaligus peringkat ke-12 di tingkat nasional.
Bupati Tabalong yang akrab disapa Haji Fani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah Kabupaten Tabalong menjadi peringkat pertama di Kalimantan Selatan sebagai kabupaten menuju bersih, dan juga peringkat ke-12 nasional. Ini merupakan hasil kerja keras kita semua, mulai dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup, dunia usaha, para stakeholder, hingga masyarakat. Ini adalah hasil kolaborasi dan sinergi bersama,” ujar Haji Fani.
Bupati menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kabupaten Tabalong.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tabalong akan memperkuat kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), seluruh SKPD, dunia usaha, serta masyarakat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu.
Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup yang menekankan pentingnya penanganan sampah dimulai dari sumber atau hulu.
“Beberapa menteri menyampaikan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu. Nanti kami akan mencoba menjabarkan dan merealisasikan apa yang menjadi arahan dalam rapat koordinasi tadi,” ujar Erfin Nirza Siregar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabalong.
Pemerintah daerah berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebab, kebersihan daerah tidak hanya mencerminkan kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari kemajuan peradaban masyarakat yang harus dijaga bersama sebagai warisan bagi generasi mendatang.






Tinggalkan Balasan