KAKINEWS.ID,JAKARTA – Fenomena Super El Niño 2026 terus menguat dan kini telah mencapai anomali suhu permukaan laut sekitar 2,5 derajat Celsius. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan meningkat hingga mencapai intensitas maksimum lebih dari 3 derajat Celsius pada November-Desember 2026.

Peneliti BRIN, Erma Yulihastin, menyampaikan perkembangan tersebut berdasarkan pemantauan dan proyeksi dari Bureau of Meteorology (BOM) Australia serta European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF).

“Update Super El Niño: kini sudah menyentuh 2,5°C (BOM) dan diprediksi mencapai intensitas maksimum melampaui 3°C pada bulan November-Desember 2026 (BOM, ECMWF),” kata Erma dalam unggahannya, Kamis (10/9/2026).

Erma menyebut kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa Super El Niño telah benar-benar berkembang pada 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun yang sama.

“Bukti nyata Super El Niño telah benar-benar terjadi pada tahun ini dan bakal mencapai puncak pada tahun ini pula,” ujarnya.

Menurut Erma, pengaruh fenomena tersebut juga diperkirakan berlangsung cukup panjang. Berdasarkan proyeksi ECMWF, kondisi El Niño masih berada pada kategori super hingga Maret 2027.

“Hingga Maret 2027, El Niño diprediksi oleh ECMWF masih berada pada kategori super!” kata Erma.

Erma juga menilai apabila anomali suhu mencapai lebih dari 3 derajat Celsius, intensitas tersebut berpotensi menjadi rekor terkuat dalam sejarah pengamatan El Niño.

“Kekuatan Super melebihi 3°C mencetak rekor sebagai intensitas terkuat dalam sejarah!” tegasnya.

Fenomena El Niño yang sangat kuat dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia. Dampaknya antara lain perubahan pola hujan, peningkatan risiko kekeringan dan gelombang panas di sejumlah kawasan, serta perubahan distribusi curah hujan secara global.