
Kakinews.id, Jakarta – Sebanyak 64 persen warga Amerika Serikat menyatakan tidak puas dengan kinerja Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Angka tersebut menjadi tingkat ketidakpuasan tertinggi selama masa kepresidenan Trump saat ini.
Hasil itu berdasarkan survei Reuters/Ipsos yang diselesaikan pada Senin (17/8/2026). Dalam survei yang melibatkan 1.166 warga dewasa AS tersebut, hanya 33 persen responden yang menyatakan menyetujui kinerja Trump sebagai presiden.
Tingkat persetujuan Trump turun dari 35 persen pada survei sebelumnya. Angka 33 persen tersebut menjadi yang terendah selama masa jabatan Trump saat ini dan menyamai titik terendah yang pernah dicatat pada masa jabatan pertamanya pada Desember 2017.
Survei juga menunjukkan kekhawatiran publik AS terhadap keterlibatan militer negaranya dalam konflik dengan Iran. Sebanyak 80 persen responden memperkirakan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut akan berlangsung dalam waktu yang lama.
Hanya 16 persen responden yang memperkirakan konflik tersebut akan berakhir dalam beberapa pekan. Kekhawatiran terhadap perang yang berkepanjangan juga muncul di kalangan pemilih dari kedua partai besar di Amerika Serikat.

Penurunan tingkat kepuasan terhadap Trump terjadi ketika harga bahan bakar dan tekanan inflasi menjadi perhatian masyarakat AS. Kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan politik bagi Partai Republik menjelang pemilihan umum sela atau midterm elections pada November 2026.





