
KAKINEWS.ID, Jakarta: Ribuan pasien di Jalur Gaza masih menunggu evakuasi medis meski gencatan senjata telah berlangsung. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut proses evakuasi masih menghadapi berbagai pembatasan.
Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan, sebanyak 12.913 pasien, termasuk 6.186 anak-anak, telah dievakuasi dari Gaza sejak Oktober 2023. Selain itu, sekitar 16 ribu pendamping pasien turut dievakuasi. Namun, ribuan pasien lainnya masih menunggu untuk mendapatkan perawatan medis di luar Gaza.
Menurut Jasarevic, proses evakuasi saat ini hanya dapat dilakukan sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan. Kondisi tersebut membuat pasien yang membutuhkan perawatan khusus harus menunggu lebih lama.
Diketahui, evakuasi medis diperlukan bagi pasien dengan kondisi berat atau cedera yang membutuhkan layanan penyelamatan jiwa dan perawatan khusus yang tidak tersedia di Gaza. WHO membantu mengoordinasikan proses pemindahan pasien secara aman dan tertib menuju titik penyeberangan, bersama berbagai pihak dan mitra kesehatan.
Keterbatasan fasilitas kesehatan di Gaza menjadi salah satu alasan pasien membutuhkan perawatan di luar wilayah tersebut. WHO mencatat kebutuhan rehabilitasi dan layanan kesehatan di Gaza tetap sangat besar akibat dampak konflik berkepanjangan.

WHO terus menyerukan agar akses evakuasi medis dapat diperluas sehingga pasien yang membutuhkan perawatan segera tidak harus menunggu dalam waktu lama.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski gencatan senjata telah berlangsung, tantangan kemanusiaan dan kesehatan di Gaza masih belum berakhir.






