KAKINEWS.ID Tanjung – Pemkab Tabalong menetapkan perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan mulai 4 November sampai dengan 31 Desember 2026.

Ini setelah Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan yang awalnya berlangsung 19 Agustus – 31 Oktober 2026.

Keputusan ditetapkan melalui Rapat Koordinasi, Rakor dipimpin langsung Bupati Tabalong HM Noor Rifani dengan dihadiri Kalak BPBD Kabupaten Tabalong Haris Fakhrozi serta perwakilan dari Kejari, Kodim, dan Polres Tabalong.

Baca juga: Banpres Rp10 Miliar untuk Penanggulangan Karhutla di Tabalong Disalurkan, Ada untuk BBM Relawan

Baca juga: Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Ditutup, Keluarga Korban Kecewa: Kami Ingin Bangkai Kapal Diangkat

Kalak BPBD Tabalong Haris Fakhrozi mengatakan, perpanjangan status siaga ini ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Dasar pertimbangan lainnya yakni Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Nomor 100.3.3.1/02187/KUM/2026 tanggal 27 Oktober 2026.

Surat keputusan ini mengatur tentang Penetapan Perpanjangan Status Keadaan Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di Provinsi Kalsel.

“Provinsi Kalimantan Selatan sudah menetapkan perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan sampai tanggal 31 Desember 2026,” ujar Haris.

Kemudian Surat Edaran Mendagri Nomor 300.2.8/8481/SJ tentang Penggunaan Bantuan Pemerintah Daerah Lainnya Kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Wilayah Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim Dalam Rangka Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Lebih lanjut Haris mengungkapkan, berdasarkan prakiraan iklim dan cuaca dari BMKG Kalsel, secara umum musim kemarau di Provinsi Kalsel berlangsung hingga Maret 2027.

Sedangkan khusus untuk wilayah Kabupaten Tabalong diprediksi hingga November 2026 dan berpotensi hingga Desember 2026.

“BMKG memprediksi kemarau di Kalsel sampai Maret 2027, kalau Tabalong sampai November dan berpotensi sampai Desember 2026.

Jadi kita harus tetap siaga,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data sebaran hotspot di Tabalong tercatat sebanyak 1.553 titik terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 3 November 2026.

Untuk kejadian Karhutla hingga 2 November 2026, tercatat sebanyak 204 kali kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 526,76 hektare.

Sementara untuk penanganan kekeringan, distribusi air bersih yang dilakukan hingga 2 November 2026 telah mencapai 1.792.000 liter ke beberapa desa.