
KAKINEWS.ID, JAKARTA – Nama Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam kembali menjadi perhatian publik di tengah meningkatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Kabar yang sempat beredar menyebut Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan. Namun, informasi tersebut kemudian dibantah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pemerintah menegaskan bahwa berbagai pihak memang diminta ikut membantu penanganan karhutla, tetapi kewenangan koordinasi tetap berada di tangan pemerintah.
Terlepas dari isu tersebut, Haji Isam merupakan salah satu pengusaha nasional yang perjalanan bisnisnya cukup panjang. Berangkat dari pengalaman sebagai pekerja lapangan, ia kemudian membangun kelompok usaha Jhonlin Group yang berkembang ke berbagai sektor strategis.
Merintis dari Bawah
Haji Isam dikenal sebagai pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan. Ia lahir dari keluarga perantau asal Bone, Sulawesi Selatan, dan menghabiskan masa mudanya di Kalimantan Selatan.

Sebelum menjadi pengusaha, Haji Isam disebut pernah menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari sektor perkayuan, menjadi tukang tebang, sopir angkutan, tukang ojek hingga operator alat berat.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengenal dunia pertambangan. Setelah memperoleh pengalaman bekerja di perusahaan pertambangan, ia kemudian memilih membangun usaha sendiri.
Pada 2003, Haji Isam mendirikan PT Jhonlin Baratama. Perusahaan yang pada awalnya bergerak sebagai kontraktor pertambangan tersebut kemudian berkembang dan menjadi salah satu fondasi Jhonlin Group.
Dari bisnis pertambangan, ekspansi Jhonlin Group terus melebar ke berbagai bidang. Kelompok usaha tersebut kemudian memiliki kegiatan di sektor agribisnis, energi, transportasi, logistik, penerbangan hingga industri gula.
Bisnis Makin Terdiversifikasi
Di sektor pertambangan, Jhonlin memiliki PT Jhonlin Baratama. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik diperkuat melalui Jhonlin Marine and Shipping serta Jhonlin Air Transport.
Di sektor energi dan agribisnis, terdapat PT Jhonlin Agro Raya yang bergerak di bidang biodiesel. Jhonlin juga mengembangkan industri gula dan perkebunan tebu melalui PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara.
Ekspansi tersebut menunjukkan perubahan Jhonlin dari perusahaan yang berakar pada pertambangan menjadi kelompok usaha dengan portofolio yang semakin beragam.
Skala bisnis itu pula yang membuat Haji Isam dikenal sebagai salah satu pengusaha berpengaruh yang berasal dari Kalimantan Selatan.
Sejumlah kegiatan bisnis Jhonlin juga bersinggungan dengan agenda strategis pemerintah. Salah satunya adalah keterlibatan perusahaan dalam program pengembangan pertanian dan pencetakan sawah di Merauke.
Pada 2024, Jhonlin dilaporkan memesan sekitar 2.000 unit ekskavator dari produsen alat berat China untuk mendukung program pencetakan sawah.
Sementara itu, fasilitas biodiesel Jhonlin Agro Raya di Kalimantan Selatan pernah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021. Industri gula dan perkebunan tebu Jhonlin di Bombana juga pernah mendapat perhatian pemerintah melalui peresmian fasilitas usaha tersebut.
Perjalanan di Dunia Politik
Haji Isam juga bukan sosok yang sepenuhnya berada di luar arena politik. Ia pernah tercatat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 dan sebelumnya pernah aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).
Hubungannya dengan sejumlah tokoh politik juga kerap menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah hubungan keluarga dengan Sahbirin Noor, mantan Gubernur Kalimantan Selatan.
Namun, keterlibatan dalam jejaring sosial dan politik tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya intervensi terhadap kebijakan maupun proses hukum. Sejumlah tudingan yang pernah diarahkan kepadanya juga telah dibantah oleh pihak Haji Isam.
Pada 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Haji Isam. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan negara atas kontribusi penerima terhadap bangsa dan negara.
Pernah Disorot dalam Sejumlah Perkara
Di tengah perkembangan bisnisnya, Haji Isam juga pernah menjadi sorotan dalam sejumlah pemberitaan hukum.
Namanya antara lain muncul dalam perkara dugaan suap pajak yang melibatkan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak. Dalam persidangan perkara tindak pidana korupsi pada 2021, saksi Yulmanizar menyampaikan keterangan mengenai dugaan pengondisian nilai pajak PT Jhonlin Baratama.
Nama Haji Isam turut disebut dalam persidangan. Namun, pihak Haji Isam membantah keterlibatannya dalam perkara tersebut. Kuasa hukumnya menyatakan Haji Isam tidak terlibat dalam operasional aktivitas bisnis yang dipersoalkan.
Sorotan lain datang dari pengembangan proyek gula dan perkebunan tebu di Bombana. Sejumlah kelompok masyarakat pernah menyampaikan kritik terkait persoalan lahan, tata ruang, serta dampak terhadap wilayah yang digunakan masyarakat.
Haji Isam juga pernah dikaitkan dengan sengketa pertambangan dan persaingan usaha di Kalimantan Selatan. Berbagai tudingan yang muncul dalam pemberitaan tersebut telah dibantah oleh pihaknya.
Karena itu, berbagai kontroversi tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Tidak semua tudingan atau pemberitaan mengenai seseorang dapat disamakan dengan putusan hukum yang telah berkekuatan tetap.
Aktivitas Sosial
Di luar dunia bisnis, Haji Isam juga dikenal melalui sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan.
Ia disebut rutin membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk program pemberangkatan umrah. Yayasan yang berkaitan dengannya juga menjalankan kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk bantuan pendidikan, kesehatan, serta penyaluran zakat.
Aktivitas tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Haji Isam yang tidak hanya berkaitan dengan bisnis.
Dari perjalanan sebagai pekerja lapangan hingga membangun kelompok usaha dengan kegiatan di berbagai sektor, Haji Isam menunjukkan bagaimana bisnis yang dirintis dari daerah dapat berkembang menjadi jaringan usaha berskala nasional.
Kini, nama Haji Isam tidak hanya dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group, tetapi juga sebagai figur pengusaha yang kiprahnya bersinggungan dengan sektor pertambangan, energi, agribisnis, industri, transportasi dan sejumlah agenda pembangunan strategis.
Di tengah sorotan publik terhadap dirinya, rekam jejak tersebut tetap perlu dibaca secara utuh: antara perjalanan membangun bisnis, kontribusi sosial, keterlibatan dalam sejumlah agenda nasional, serta berbagai kontroversi yang pernah muncul dan telah mendapatkan bantahan dari pihaknya.







