
KAKINEWS.ID Tanjung – Sebanyak 28 hotspot (titik api) terdeteksi citra satelit National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) di Kabupaten Tabalong sejak Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong Aris Setiawan mengatakan titik api yang terpantau di Areal Peruntukkan Lainnya (APL) sebanyak 19 titik, hutan produksi 8 titik dan kawasan hutan lindung 1 titik.
“Satu titik api terdeteksi dalam kawasan hutan lindung Desa Salikung Kecamatan Muara Uya,” jelas Aris, Kamis (13/8/206).
Sedangkan yang berada dalam kawasan APL diantaranya Desa Pasar Batu Kecamatan Muara Uya, Desa Kaong dan Desa Pangelak Kecamatan Upau.
Kemudian Desa Pasar Panas Kecamatan Kelua, Desa Santu’un dan Desa Mangkupum Kecamatan Muara Uya serta Desa Kinarum Kecamatan Upau.

Baca juga: Tabalong Oktober Run Night 2026 ajang pengenalan Landmark lokal
Delapan titik api dalam kawasan hutan produksi tersebar di Desa Solan Kecamatan Jaro, Desa Santu’un dan Desa Binjai Kecamatan Muara Uya serta Desa Hegarmanah Kecamatan Bintang Ara.
“Kami mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat,” tambah Aris.
Jajaran KPH Kabupaten Tabalong pun lebih mengedepankan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau.





