
KAKINEWS.ID, HSS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memperkuat edukasi kepada perempuan dan keluarga agar lebih waspada terhadap berbagai ancaman di era digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Perempuan Tangguh Anti Pinjaman Online (Pinjol) dan Judi Online (Judol) serta PAAREDI Tangguh Hukum, yang digelar di Pendopo Bupati HSS, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten HSS yang diwakili Ketua Bidang I Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK HSS, Hj. Misnawati Suriani.
Turut hadir Ketua Bidang II TP PKK HSS Ir. Hj. Elyani Yustika M. Noor, Ketua Bidang III TP PKK HSS Hj. Lutfiana, S.AP., M.P., Kepala Dinas Sosial Kabupaten HSS Nordiansyah, S.Sos., serta perwakilan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten HSS Ahmad Kusairi, S.Kep., Ns., M.Si.
Sosialisasi tersebut diikuti TP PKK tingkat kecamatan, Ketua Pokja I, serta perwakilan kader Pokja I dari desa dan kelurahan se-Kabupaten HSS.

Perempuan Berperan Penting Lindungi Keluarga
Dalam sambutannya, Hj. Misnawati Suriani mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, kemajuan teknologi juga membawa sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi ketahanan keluarga.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain maraknya judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan media sosial hingga penyebaran informasi bohong atau hoaks.
Menurutnya, TP PKK memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan tersebut melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
“Keluarga yang berkualitas akan melahirkan masyarakat yang berkualitas pula. Mari kita jadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan kebaikan, saling mengingatkan dalam hal yang positif, berbagi ilmu pengetahuan, serta mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.
Ia berharap perempuan, khususnya kader PKK, dapat menjadi penggerak dalam membangun keluarga yang lebih tangguh dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Peserta Diberikan Pemahaman Dampak Pinjol dan Judol
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai berbagai dampak yang dapat ditimbulkan dari pinjaman online ilegal dan judi online.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga dapat merembet pada aspek sosial dan hukum dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi hukum serta pola asuh terhadap anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi digital.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar keluarga mampu melakukan pencegahan sejak dini terhadap berbagai pengaruh negatif yang dapat muncul dari penggunaan teknologi dan media sosial.
Kader PKK Diharapkan Teruskan Edukasi ke Masyarakat
Melalui sosialisasi ini, TP PKK Kabupaten HSS menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.
Para kader PKK yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Dengan semakin luasnya edukasi, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali risiko pinjaman online ilegal, judi online, penyalahgunaan teknologi serta berbagai persoalan hukum yang dapat mengancam ketahanan keluarga.
TP PKK HSS juga mendorong pemanfaatan media sosial secara positif sebagai sarana berbagi informasi, edukasi, mempererat komunikasi, serta menyebarkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.





