
KAKINEWS, HSS – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus berupaya memperkuat karakter generasi muda melalui penguatan literasi sejarah dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Sejarah Rekognisi dan Internalisasi Kepahlawanan Tumenggung Antaluddin serta Datu Durabu dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda HSS yang dibuka oleh Wakil Bupati HSS, Suriani, mewakili Bupati HSS, di Meeting Room Hotel Qianna Inn Kandangan, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS melalui Bidang Kebudayaan ini dihadiri Sekretaris Daerah HSS, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para guru IPS tingkat SMP dan SMA, serta sejumlah sastrawan dan budayawan.
Seminar menghadirkan dua narasumber yang merupakan keturunan tokoh sejarah daerah, yakni Fachruddin K., S.Sos., keturunan Tumenggung Antaluddin, dan Muhammad Iqbal Albaqir, keturunan Datu Durabu.

Dalam sambutan Bupati HSS yang dibacakan Wakil Bupati, disampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkuat literasi sejarah lokal sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai luhur daerah.
“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran yang memberikan arah bagi kehidupan kita hari ini dan masa depan. Melalui sejarah, kita memahami identitas, mengenal jati diri daerah, serta memetik nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” ujar Suriani.
Ia menegaskan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki kekayaan sejarah yang sangat berharga. Nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan Tumenggung Antaluddin dan Datu Durabu, seperti keberanian, integritas, pengabdian, serta kecintaan terhadap masyarakat, perlu terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi penerus.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda semakin kompleks. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga penguatan karakter, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan dapat memahami sejarah perjuangan para tokoh daerah serta mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Selain memperkaya wawasan sejarah lokal, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah dan mendorong generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui karya, prestasi, inovasi, dan pengabdian bagi kemajuan Hulu Sungai Selatan.
“Semoga seminar ini memberikan manfaat yang besar dan melahirkan gagasan konstruktif untuk mendukung kemajuan daerah serta pembangunan karakter generasi muda Hulu Sungai Selatan,” tutupnya.





