KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi, salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin di kawasan Sungai Jingah, Rabu (13/05).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Edukasi dan Satwa Kota Banjarmasin tersebut disambut antusias masyarakat. Sebanyak 1.200 paket bahan pokok disiapkan bagi warga dengan harga subsidi, di antaranya 2 kilogram gula dan 2 liter minyak goreng yang dapat ditebus seharga Rp51 ribu.

Selain itu, sejumlah bahan pokok lainnya juga dijual lebih murah dibanding harga pasar, seperti telur Rp26 ribu per kilogram, beras SPHP Rp59 ribu, beras premium Rp77 ribu, dan minyak goreng merek Serak Rp58 ribu.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mengatakan pasar murah menjadi langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tengah tingginya inflasi daerah.

“Nilai inflasi kita memang agak tinggi, jadi ini menjadi perhatian. Dengan pasar murah seperti ini, selisih harga yang dirasakan masyarakat bisa mencapai hampir Rp20 ribu hingga Rp24 ribu per paket. Ini tentu sangat membantu,” katanya.

Menurut Yamin, inflasi Kota Banjarmasin saat ini berada di kisaran 3,62 persen sehingga diperlukan intervensi pemerintah agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

Ia menambahkan, kolaborasi bersama Bulog, Bank Indonesia, BPS, dan Forkopimda menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pokok di Kota Banjarmasin.

Melalui kegiatan pasar murah yang rutin dilaksanakan, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap tekanan inflasi dapat ditekan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.