KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Kunjungan kerja Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza, ke Kota Banjarmasin pada Selasa (21/4/2026) tak sekadar agenda seremonial. Di Hall Pasar Sentra Antasari, ia turun langsung berdialog dengan pedagang, menyerap pujian sekaligus keluhan riil pelaku usaha kecil.

 

Dalam kesempatan itu, Helvi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang menggandeng perbankan untuk memberikan proteksi asuransi kerusakan tempat usaha bagi 200 pedagang. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberi rasa aman bagi UMKM.

 

“Ini adalah wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kolaborasi semua pihak. Negara harus hadir memberikan perlindungan agar UMKM memiliki ketenangan dalam berusaha,” ujarnya kepada awak media.

 

Namun di balik apresiasi tersebut, persoalan klasik kembali mencuat: akses permodalan yang masih dirasakan sulit oleh pedagang kecil.

 

Fajri, salah satu pedagang Pasar Antasari, mengungkapkan syarat jaminan serta riwayat kredit yang panjang kerap menjadi hambatan utama.

 

“Harapan kami, pedagang kecil lebih dipermudah urusan di bank. Mudah-mudahan ada kebijakan yang lebih ringan bagi kami yang benar-benar ingin mengembangkan usaha,” katanya.

 

Menanggapi hal itu, Helvi mengakui masih terdapat kendala di lapangan. Ia mengimbau pelaku UMKM untuk aktif berkomunikasi dengan dinas terkait maupun perbankan Himbara yang dinilainya kini semakin terbuka.

 

Di sisi lain, Helvi menegaskan fokus kementeriannya adalah memperluas akses pasar dan mempermudah pembiayaan. Ia juga mendorong Pemko Banjarmasin segera melakukan klasterisasi UMKM agar ekosistem usaha lebih terarah dan terintegrasi.

 

“Ke depan, UMKM diarahkan menjadi penunjang ekosistem industri. Kami menargetkan sektor produksi mencapai 65 persen, karena sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja dan mampu menekan angka pengangguran,” jelasnya.

 

Selain itu, ia memastikan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan perumahan akan memprioritaskan UMKM sebagai pemasok bahan baku, sehingga membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal.

 

Kunjungan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin serta perwakilan Bank Indonesia yang menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM di Kalimantan Selatan.