
KAKINEWS.ID, JAKARTA — Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh belum lepas dari radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di balik proyek transportasi yang digadang-gadang sebagai simbol modernisasi transportasi Indonesia itu, lembaga antirasuah masih memburu informasi untuk mengungkap ada atau tidaknya dugaan tindak pidana.
Penyelidikan KPK bahkan terus bergerak. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan dan proses pendalaman masih berlangsung. Artinya, persoalan yang sedang ditelisik KPK belum dianggap selesai.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan penyelidikan terkait proyek Whoosh masih berjalan. Tim penyelidik terus mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang dinilai mengetahui persoalan di balik proyek tersebut.
“Terkait dengan kegiatan penyelidikan kereta cepat atau Whoosh saat ini masih terus berproses dan penyidik tentunya juga terus melakukan pendalaman. Serta, permintaan keterangan kepada sejumlah pihak yang tentunya pengetahuannya dibutuhkan untuk menemukan adanya dugaan peristiwa pidananya,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Pernyataan itu mempertegas satu hal: KPK belum melihat penyelidikan proyek Whoosh sebagai persoalan yang bisa ditutup begitu saja.

Justru sebaliknya, keterangan dari berbagai pihak terus dikumpulkan untuk menemukan apakah terdapat peristiwa pidana yang layak dinaikkan ke tahap penanganan berikutnya.
KPK memang belum membuka kartu mengenai apa sebenarnya yang sedang dibidik. Konstruksi perkara, modus yang didalami, hingga pihak-pihak yang telah dimintai keterangan masih dirahasiakan karena perkara berada pada tahap penyelidikan.
“Tapi memang karena ini masih di tahap penyelidikan. KPK belum bisa membuka secara luas bagaimana konstruksi dan sebagainya,” kata Budi.
Namun, KPK mengakui jumlah pihak yang telah dimintai keterangan sudah cukup banyak. Fakta ini memperlihatkan bahwa penyelidikan tidak sekadar menyentuh permukaan, tetapi mulai merambah berbagai pihak yang dianggap memiliki informasi penting.
“Untuk totalnya nanti kami cek ya. Karena memang sudah cukup banyak juga yang dilakukan permintaan keterangan dan pihak-pihak tersebut tentunya juga kooperatif memberikan keterangan-keterangan,” ujar Budi.
Pertanyaan besar berikutnya adalah siapa yang sebenarnya sedang dibidik KPK?
Apakah pemeriksaan hanya menyasar pihak tertentu, atau akan melebar ke pihak swasta, kontraktor, penyelenggara pengadaan hingga pihak lain yang memiliki kaitan dengan proyek tersebut?
KPK belum mau mengungkapnya.
“Untuk detailnya pihak-pihak siapa saja, kami memang belum bisa membuka profil, identitas atau dari pihak mana. Termasuk pihak swasta atau pihak penyelenggara pengadaan ataupun pihak-pihak lainnya yang terkait, kami belum bisa update,” ujar Budi.
Kerahasiaan tersebut membuat perkembangan penyelidikan Whoosh masih menjadi tanda tanya besar. Terlebih, proyek ini merupakan proyek strategis dengan nilai investasi sangat besar dan melibatkan banyak pihak.
KPK juga memastikan tidak ada institusi tertentu yang menghambat proses penyelidikan. Budi menegaskan, perkembangan perkara sepenuhnya berkaitan dengan strategi dan manajemen penanganan perkara di internal KPK.
“Tidak ada. Jadi memang ini masih terus berproses, ini soal manajemen penanganan perkara saja, karena memang ini kan penyelidikan terbuka,” katanya.
Menurut Budi, KPK juga menjalankan sejumlah penyelidikan lain yang bersifat tertutup. Karena itu, tidak seluruh langkah penyelidik dapat diumbar kepada publik.
“Di sisi lain juga banyak kegiatan penyelidikan tertutup yang KPK lakukan. Sehingga ini juga bagaimana strategi dan manajemen penanganan perkara di KPK,” ujarnya.
Meski belum ada tersangka yang diumumkan, KPK menyebut progres penyelidikan berjalan positif. Pihak-pihak yang diperiksa disebut memberikan keterangan yang dibutuhkan penyelidik.
“Ya tentunya progres penyelidikannya juga berjalan secara positif. Artinya pihak-pihak yang dimintai keterangan juga memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyelidikan KPK,” kata Budi.
Kini publik tinggal menunggu ke mana ujung penyelidikan tersebut bergerak.
Apakah KPK akan menemukan bukti adanya tindak pidana, atau penyelidikan akhirnya berhenti karena tidak cukup bukti?
Yang jelas, KPK memastikan pintu penyelidikan belum ditutup.
“Namun kami pastikan penyelidikan perkara terkait dengan kereta cepat ini juga masih terus berjalan,” tegas Budi.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa proyek Whoosh masih berada dalam radar lembaga antirasuah. Selama penyelidikan belum dihentikan atau perkara belum dinyatakan selesai, pertanyaan mengenai dugaan pelanggaran hukum di balik proyek tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah KPK.







