
Jakarta, Kakinews – Mutasi besar-besaran kembali dilakukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan menarik sedikitnya 17 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) ke lingkungan Bareskrim Polri.
Langkah tersebut memicu perhatian publik karena melibatkan sejumlah jenderal dan perwira yang selama ini menangani kasus-kasus strategis di tingkat nasional maupun daerah.
Mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 itu tidak sekadar dipandang sebagai rotasi rutin.
Di tengah meningkatnya sorotan terhadap berbagai kasus dugaan korupsi, kejahatan korporasi, pencucian uang, mafia sumber daya alam, hingga kejahatan siber lintas negara, penguatan personel di Bareskrim dinilai sebagai sinyal bahwa Polri tengah menyiapkan langkah besar dalam penegakan hukum.
Sejumlah nama yang mendapat penugasan baru di Bareskrim bukanlah sosok sembarangan.

Mantan Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, ditarik menjadi Pati Bareskrim. Sementara itu, posisi strategis Direktur Tindak Pidana Siber dipercayakan kepada Adex Yudiswan yang sebelumnya menjabat Karojakstra Stamarena Polri.
Mutasi juga menyentuh jajaran penyidik elite yang selama ini menangani perkara-perkara besar.
Beberapa direktur reserse kriminal khusus dan kriminal umum dari berbagai polda dipromosikan ke Bareskrim untuk memperkuat fungsi penyidikan di tingkat pusat.
Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujarnya.
Namun demikian, sejumlah pengamat menilai penguatan Bareskrim saat ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai kasus besar yang menjadi perhatian publik.
Mulai dari dugaan korupsi sektor energi, pertambangan, perkebunan sawit, manipulasi ekspor-impor, tindak pidana pencucian uang, hingga kejahatan digital yang terus berkembang.
Masuknya sejumlah perwira berpengalaman dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus berbagai daerah juga menimbulkan spekulasi bahwa Bareskrim sedang mempersiapkan akselerasi penanganan perkara-perkara strategis yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional.
Berikut beberapa nama yang mendapat penugasan baru di Bareskrim Polri:
Irjen Pol Rudi Setiawan – Pati Bareskrim Polri.
Brigjen Pol Wahyu Sri Bintoro – Karorenmin Bareskrim.
Kombes Pol Arif Budiman – Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim.
Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira – Wadirtipideksus Bareskrim.
Irjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga – Pati Bareskrim.
Brigjen Pol Adex Yudiswan – Dirtipidsiber Bareskrim.
Brigjen Pol Dedi Murti Haryadi – Penyidik Tindak Pidana Utama TK I Bareskrim.
Brigjen Pol Sumaryono – Kapusident Bareskrim.
Kombes Pol Setiadi Sulaksono – Karobinopsnal Bareskrim.
Kombes Pol Bambang Wijanarko – Wadirtipidter Bareskrim.
Brigjen Pol Agung Yudha Wibowo – Pengawas Penyidikan Kepolisian Utama TK I Bareskrim.
Kombes Pol Ade Sapari – Pengawas Penyidikan Kepolisian Utama TK II Bareskrim.
Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho – Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim.
Kombes Pol Andri Sudarmadi – Pengawas Penyidikan Kepolisian Utama TK II Bareskrim.
Kombes Pol Widi Atmoko – Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim.
Kombes Pol Sunario – Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim.
Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo – Wadirtipidnarkoba Bareskrim.
Publik kini menanti apakah penguatan personel di Bareskrim tersebut akan berujung pada pembongkaran kasus-kasus besar yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Dengan komposisi baru yang dihuni sejumlah penyidik berpengalaman, ekspektasi terhadap kinerja Bareskrim dalam mengusut kejahatan korporasi, korupsi, narkotika, dan kejahatan siber dipastikan akan semakin tinggi.








Tinggalkan Balasan