
MARTAPURA, KAKINEWS.ID – Perjuangan ratusan relawan pemadam kebakaran (damkar) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar mendapat perhatian pemerintah pusat, Kamis (5/11/2026).
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap para relawan, Kodim 1006 Banjar menyalurkan bantuan dari Presiden Republik Indonesia berupa paket sembako dan 50 tabung oksigen.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Posko Karhutla, Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Sedikitnya 600 relawan menerima bantuan dalam kegiatan tersebut.
Dandim 1006 Banjar Letkol Inf Gama Praja mengatakan, bantuan sembako yang disalurkan terdiri dari tujuh jenis kebutuhan, yakni sarden, kopi, gula, susu, teh, beras, dan mentega.
Selain kebutuhan pokok, sebanyak 50 tabung oksigen juga didistribusikan kepada masyarakat sebagai bagian dari bantuan Presiden.

“Alhamdulillah, bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang hari ini dibagikan berupa sembako dan tabung oksigen. Ada kurang lebih 600 relawan yang menerima, dan 50 tabung oksigen juga sudah terdistribusikan,” ujar Gama.
Ia mengaku melihat antusiasme para relawan yang menyambut baik penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, perhatian seperti ini menjadi bentuk dukungan moral bagi mereka yang selama ini berada di garis depan penanganan karhutla.
Gama juga berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat hubungan antara Kodim 1006 Banjar dengan komunitas relawan pemadam kebakaran.
“Saya mendengar hubungan antara Kodim, khususnya jajaran di wilayah Banjar, dengan para relawan sudah terjalin dengan baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapan kami ke depan hubungan akan semakin erat dan terjalin lebih baik lagi,” ungkapnya.
Para relawan damkar selama ini memiliki peran penting dalam penanganan karhutla, khususnya ketika api meluas di kawasan lahan dan semak belukar yang rawan terbakar.
Dukungan berupa kebutuhan logistik dan perlengkapan penunjang diharapkan dapat membantu para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap risiko yang mereka hadapi saat bertugas di lapangan.







