
KAKINEWS, Tabalong – Pemerintah Kabupaten Tabalong melakukan penggabungan sejumlah perangkat daerah di sektor pertanian dan pangan menjadi satu dinas baru, yakni Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP). Penggabungan ini merupakan penyatuan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan.
Meski saat ini masih dalam tahap konsolidasi, pemerintah memastikan seluruh program dan kegiatan di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, dan ketahanan pangan akan kembali berjalan normal paling lambat awal Februari 2026.
Penggabungan dilakukan sebagai bagian dari penyederhanaan struktur organisasi sekaligus untuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program lebih terintegrasi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Tabalong saat ini dipimpin oleh Fahrul Raji yang dilantik pada 9 Januari 2026. Kantor dinas tersebut berada di Jalan Ahmad Yani, Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak.
Pasca penggabungan, DKPPP langsung melakukan konsolidasi internal guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Konsolidasi meliputi penataan gedung kantor, inventarisasi aset, penyesuaian sumber daya manusia, serta penyusunan kembali program dan kegiatan.

“Jadi setelah pelantikan itu kami langsung melakukan konsolidasi berkaitan dengan gedung, aset, serta sumber daya manusia, termasuk juga program dan kegiatan. Saat ini kami mempersiapkan penempatan personel, melakukan inventarisasi aset, serta percepatan terkait program dan kegiatan. Kami juga menyusun anggaran dan jadwal, sehingga di awal Februari atau bahkan akhir Januari program sudah bisa berjalan,” ujar Fahrul Raji, Kepala DKPPP Tabalong.
Dalam struktur organisasi yang baru, DKPPP Tabalong membawahi tujuh bidang utama, yaitu bidang tanaman pangan dan hortikultura, penyuluhan, ketahanan pangan, perikanan, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, serta sekretariat.
Dengan penggabungan ini, Pemerintah Kabupaten Tabalong optimistis pelayanan kepada petani, peternak, dan pelaku usaha perikanan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.






Tinggalkan Balasan