
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (Foto: Dok KN)
KAKINEWS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kondisi internal kementeriannya, terutama terkait pola pikir sebagian aparatur muda yang dinilai perlu segera dibenahi. Ia mengingatkan adanya kecenderungan yang harus diluruskan agar tidak berkembang menjadi praktik yang merugikan negara.
Sejak ditunjuk memimpin Kementerian PU, Dody menegaskan fokus utamanya bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan pembenahan internal. “Memang betul, tugas saya cuma satu, gak banyak, bukan bangun jembatan, tugas saya bersih-bersih,” ujarnya dikutip pada Jumat (3/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa masih banyak pegawai yang bekerja dengan baik dan memiliki integritas. Bahkan, menurutnya, laporan yang sampai ke aparat penegak hukum tidak lepas dari kontribusi internal kementerian.
“Kalau gak ada orang baik di PU, kan gak mungkin ada laporan juga ke kejaksaan oleh Bu Sekjen dan Irjen PU, itu gak mungkin,” katanya.

Meski demikian, Dody tidak menutup mata terhadap adanya budaya kerja yang perlu diperbaiki. Ia menyebut praktik permisif dan kecenderungan koruptif masih ditemukan di sejumlah unit. Karena itu, pembenahan harus dimulai dari sistem yang tegas dan konsisten.
Ia mencontohkan kebiasaan yang dianggap sepele namun sebenarnya keliru. “Makan siang itu kan sebetulnya sudah masuk ke dalam bagian daripada gaji kita, masuk rekening. Tapi masih juga minta dilayani oleh negara di tempat kerja. Itu sebetulnya korupsi,” ucapnya.
Dody juga menegaskan pentingnya penindakan tegas terhadap pelanggaran. Ia tidak ingin pola lama yang hanya memindahkan pejabat bermasalah terus berulang.
“Saya maunya, kalau memang eselon I-nya salah, ya eselon I-nya masuk penjara. Bukan kemudian kalau eselon I-nya salah, dibuang ke eselon II, dibuang ke eselon III, atau ke eselon X,” tegasnya.
Sorotan keras juga diarahkan kepada pola pikir generasi muda di lingkungan kementerian. “Hari ini menurut saya, generasi muda PU sudah agak-agak korslet sedikit otaknya itu. Nah itu harus saya cuci,” ujarnya.
Ia menilai ada kecenderungan sebagian pihak mengejar jabatan struktural dengan cara yang tidak benar.
“Generasi muda PU hari ini menurut saya akan berlomba-lomba mencuri uang APBN untuk bisa mendapatkan jabatan eselon I, eselon II, eselon III secepat-cepatnya. Nah itu gak boleh kan?” katanya.
Dody menambahkan, langkah pembenahan sudah mulai dilakukan, termasuk melalui pelaporan ke aparat penegak hukum. Namun, proses tersebut tetap berjalan sesuai mekanisme dan tidak semua hal dapat dibuka ke publik.
Ia juga mengingatkan agar tidak menggeneralisasi seluruh pegawai di Kementerian PU. “Jadi ya gak boleh mas, gak boleh kita suudzon pada seluruh PU. Bajingan semua jangan begitu lah, gak boleh begitu lah. Pak Sutami bisa bangkit dari kubur kalau gitu caranya,” katanya.
Menurut Dody, Kementerian PU memiliki sejarah panjang yang harus dijaga marwahnya. Ia tetap yakin masih banyak pegawai yang berintegritas. “Saya yakin, saya tetap hakul yakin masih banyak warga PU yang tidak seperti itu,” ujarnya.
Dalam upaya pembenahan tersebut, ia mengajak semua pihak untuk tetap optimistis. “Kita harus optimis. Ya nanti kalau gak berhasil ya kita cari cara lain. Mesti begitu terus,” pungkasnya.








Tinggalkan Balasan