
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Kenaikan harga kantong plastik di pasaran justru dimaknai sebagai peluang perubahan oleh Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Ia menilai kondisi ini sebagai momentum untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.
Di tengah sorotan publik, Yamin mendorong warga mulai beralih menggunakan alternatif ramah lingkungan seperti bakul purun atau tas belanja daur ulang. Pemerintah Kota Banjarmasin juga tengah menyiapkan langkah konkret melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
“Kita memiliki Perwali terkait larangan penggunaan kantong plastik. Tentunya, kita sangat berharap pedagang tidak lagi menyediakan kantongan plastik sekali pakai, pembeli pun membawa kantong ramah lingkungan sendiri, seperti bakul,” ujar Yamin, Sabtu (25/4).
Ia menegaskan, penggunaan wadah ramah lingkungan bukan sekadar tren, melainkan solusi ekonomis jangka panjang karena dapat digunakan berulang kali, terutama saat berbelanja di pasar tradisional.

“Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama mulai beralih menggunakan bakul atau wadah ramah lingkungan. Tujuannya untuk menekan pengurangan penggunaan sampah plastik,” tambahnya.
Di sisi lain, lonjakan harga kantong plastik yang mencapai 20 hingga 40 persen mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Warga kini mencari alternatif guna menekan pengeluaran harian.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya penggunaan bakul purun di kalangan ibu rumah tangga saat berbelanja. Salah seorang warga, Hamdanah, mengaku telah membiasakan diri membawa bakul dari rumah.
“Saya setiap hari pakai bakul ke pasar karena lebih simpel dan kuat. Apalagi sekarang harga plastik makin mahal dan kalau dibuang juga lama hancurnya,” ujarnya.
Menurutnya, bakul purun lebih efektif untuk membawa belanjaan dalam jumlah banyak tanpa khawatir rusak. Ia pun berharap pemerintah dapat memberikan dukungan nyata untuk mendorong penggunaan wadah tradisional tersebut.
“Kalau pemerintah bisa membagikan bakul satu-satu ke warga, tentu lebih baik lagi. Warga jadi lebih semangat mengurangi plastik kalau sudah ada wadahnya,” tutupnya.






Tinggalkan Balasan