KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin optimistis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,66 persen hingga akhir 2026. Optimisme tersebut dibarengi dengan strategi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR saat menyampaikan tanggapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna Tingkat I DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (6/8).

Selain menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,66 persen, Pemko juga menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 4,40 persen, tingkat pengangguran terbuka 6,49 persen, Gini Ratio 0,335, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 81,00, serta inflasi sebesar 2,50 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Pemko akan mengoptimalkan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, digitalisasi pelayanan, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, serta memperkuat pengawasan terhadap potensi penerimaan daerah.

Yamin juga mengapresiasi berbagai masukan dari fraksi-fraksi DPRD yang akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen Perubahan KUA-PPAS 2026. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar pembahasan anggaran selesai tepat waktu dan mampu menghasilkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan setiap tambahan ruang fiskal dimanfaatkan secara efektif, tepat sasaran, dan mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas pembangunan Kota Banjarmasin.