KAKINEWS, MARTAPURA – Tiga pendaki berusia 18 tahun yang tersesat di kawasan Bukit Manjai, Jalan Ir. P.M. Noor, Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berhasil dievakuasi petugas pada Rabu (12/8/2026) malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar Agus Siswanto mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait tiga pendaki yang tersesat melalui call center pada pukul 18.43 Wita.

“Setelah menerima laporan, regu piket Peleton III langsung menuju lokasi menggunakan unit Kajama Rescue,” kata Agus Siswanto.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.52 Wita. Setibanya di lokasi, petugas melakukan observasi dan berkoordinasi dengan Polsek Karang Intan, Babinsa serta relawan sebelum melakukan proses evakuasi.

Menurut Agus, proses evakuasi menghadapi medan yang cukup sulit. Kondisi jalur di lokasi disebut memiliki kemiringan hingga sekitar 90 derajat sehingga petugas harus melakukan evakuasi secara bertahap dan hati-hati.

“Evakuasi dilakukan dengan metode teknis dan tetap memperhatikan keselamatan petugas maupun para pendaki, mengingat kondisi medan yang terjal,” ujarnya.

Ketiga pendaki yang dievakuasi yakni Gebi Mentari Manulang (18), Sartika (18), dan Karin (18). Ketiganya tercatat sebagai warga Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Berdasarkan pendataan petugas, Gebi mengalami luka ringan pada bagian siku tangan. Sementara Karin mengalami trauma psikis. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materi dalam kejadian tersebut.

Setelah seluruh pendaki berhasil dievakuasi, petugas melakukan pendataan dan memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman. Proses penanganan kemudian dinyatakan selesai pada pukul 21.38 Wita.

Agus mengatakan, proses evakuasi berjalan berkat koordinasi antara petugas DPKP Kabupaten Banjar dengan unsur kepolisian, Babinsa dan relawan di lapangan.

“Kami bersyukur seluruh pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat. Dalam kondisi medan seperti itu, aspek keselamatan memang menjadi perhatian utama,” katanya.

Agus juga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memahami kondisi medan dan memperhatikan faktor keselamatan.

“Kami mengimbau pendaki agar tidak mengabaikan keselamatan, memahami kondisi jalur dan cuaca, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan,” pungkasnya.