
Kakinews.id, Jakarta-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dengan mengoperasikan lima unit helikopter untuk patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemadaman melalui water bombing.
Hingga Jumat (21/8/2026), BNPB mengoperasikan satu unit helikopter untuk patroli udara, satu unit untuk OMC, dan tiga unit untuk operasi water bombing di Kalimantan Selatan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., mengatakan penguatan satgas udara dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menangani karhutla di sejumlah wilayah prioritas.
“Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Berton. Dalam siaran pers BNPB, Jumat (21/8/2026).
Menurut Berton, BNPB juga berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pelaksanaan OMC, khususnya untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan dalam operasi tersebut.
Selain Kalimantan Selatan, penguatan satgas udara juga dilakukan di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini, serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Jika menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.





