
Kakinews.id, Jakarta- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp9,8 miliar untuk masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 Flores. Bantuan seberat 8,4 ton itu tiba di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026), setelah menempuh perjalanan selama lima hari.
Bantuan tersebut merupakan hasil konsolidasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bantuan harus segera diterima masyarakat dan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, koordinasi dengan BPBD NTT dan tim kita yang sudah berada di lapangan terus dilakukan,” ujar Khofifah, Senin (15/8). Dalam siaran pers BNPB.
Bantuan yang dikirimkan terdiri atas 167 unit perlengkapan anak atau kidsware, 125 unit velbed, 2.024 kaleng makanan siap saji berupa nasi goreng ayam, nasi kare ayam, dan nasi opor ayam, serta 432 paket lauk-pauk.
Selain itu, bantuan mencakup 2.076 kaleng Tambah Gizi Koktail, 2.076 kaleng Tambah Gizi Kacang Hijau, 1.600 pak Biskuit Klepon, 2.000 pak Biskuit Minimanis, 1.620 pak Biskuit Marie Susu, serta 2.160 pak Biskuit Malkist Susu.

Setibanya di Kabupaten Ende, seluruh bantuan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Kabupaten Ende untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.
Sebagian bantuan juga akan dikirimkan ke Kabupaten Nagekeo pada Jumat (21/8) untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut.
Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan wujud solidaritas antardaerah sekaligus bentuk gotong royong dalam penanggulangan bencana.
Menurutnya, ketika suatu daerah menghadapi kondisi darurat, kepedulian dari daerah lain menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat melewati masa sulit.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang berada di garis depan penanganan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende Marselus Ekleanus Meta menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah dan Mas Wakil Gubernur Emil Dardak. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak di sini dan menjadi berkat masyarakat Jawa Timur,” ucap Marselus.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan solidaritas antardaerah menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat terdampak gempa Flores.
“Solidaritas yang terus berdatangan dari berbagai penjuru menjadi pengingat bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri,” kata Berton.
Berton menambahkan, dukungan pemerintah dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan darurat serta pemulihan masyarakat pascagempa.







