
Kakinews.id, MARTAPURA — Sebanyak 11 atlet anggar Kabupaten Banjar membawa semangat dan target prestasi dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar 2026.
Mereka turun pada delapan nomor pertandingan, mulai dari kategori pra kadet hingga senior. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena untuk memburu medali, tetapi juga menjadi momentum bagi atlet anggar Banjar mengukur sejauh mana hasil pembinaan dan latihan yang selama ini mereka jalani.
Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, mengatakan para atlet Banjar ambil bagian dalam sejumlah kategori, baik nomor perorangan maupun beregu.
“Delapan nomor yang diikuti meliputi pra kadet floret putri, kadet floret putri, kadet degen putri, junior floret putri, senior degen putri, senior degen putra, beregu degen putri dan beregu degen putra,” kata Helda, Senin (31/8/2026).
IKASI Banjar memasang target realistis dalam kejuaraan tersebut. Medali perunggu dibidik dari nomor degen putri, sementara nomor beregu putri ditargetkan mampu menyumbangkan medali perak.

Meski persaingan berlangsung ketat, sejumlah atlet Banjar mulai menunjukkan performa menjanjikan. Atlet dari nomor pra kadet floret putri, kadet floret putri dan kadet degen putri berhasil menembus babak delapan besar.
“Sejumlah atlet juga telah menunjukkan persaingan cukup baik. Pada pertandingan yang berlangsung, atlet Kabupaten Banjar dari nomor pra kadet floret putri, kadet floret putri dan kadet degen putri berhasil melaju hingga babak delapan besar,” jelasnya.
Dua nama turut menjadi perhatian, yakni Amalia Ulfah dan Angel Aprriliya. Keduanya dinilai memiliki potensi untuk tampil menonjol dan memberikan kejutan dalam persaingan Kejurprov Anggar 2026.
Namun bagi Helda, perjuangan atlet di arena bukan hanya soal teknik dan kemampuan fisik. Mental serta kepercayaan diri juga menjadi faktor penting yang harus terus dijaga.
“Yang terpenting para atlet tetap semangat, percaya dengan kemampuan sendiri dan berjuang maksimal dalam setiap pertandingan,” ujar Helda Rina, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Banjar.
Menurutnya, Kejurprov menjadi kesempatan penting untuk melihat perkembangan atlet setelah menjalani proses latihan dan pembinaan.
“Pengalaman bertanding juga penting untuk membentuk mental, meningkatkan kemampuan, sekaligus menjadi bahan evaluasi menghadapi kompetisi berikutnya,” ucapnya.
Peralatan Tua Jadi Tantangan Pembinaan
Di balik target prestasi, IKASI Kabupaten Banjar masih menghadapi persoalan sarana dan prasarana pertandingan.
Helda mengungkapkan, sebagian peralatan anggar yang digunakan saat ini sudah berusia cukup tua. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami kerusakan sehingga menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam pengembangan olahraga anggar di Kabupaten Banjar.
“Harapannya bisa menambah alat pertandingan, karena alat yang ada sudah tua dan beberapa mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Karena itu, setelah Kejurprov 2026, peningkatan sarana pertandingan menjadi salah satu target yang ingin didorong IKASI Banjar. Ketersediaan peralatan yang memadai dinilai penting untuk mendukung proses latihan sekaligus meningkatkan kualitas atlet.
Selain sarana, regenerasi juga menjadi perhatian. IKASI Banjar berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni olahraga anggar sehingga muncul bibit-bibit baru yang mampu memperkuat kekuatan Banjar di masa mendatang.
“Selain itu, kami ingin menambah minat atlet cabor anggar agar bisa bersaing lagi di Kejurprov berikutnya,” harap Helda.
Dengan perpaduan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan sarana, serta regenerasi atlet, IKASI Kabupaten Banjar optimistis olahraga anggar tidak hanya mampu mempertahankan prestasi yang pernah diraih, tetapi juga kembali melahirkan atlet-atlet potensial untuk bersaing di tingkat provinsi hingga kompetisi berikutnya.
Bagi Helda, Kejurprov 2026 bukan sekadar tentang siapa yang membawa pulang medali. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun mental, pengalaman dan kualitas atlet anggar Banjar agar semakin siap menghadapi persaingan yang lebih tinggi.





