
KAKINEWS.ID, BANJARBARU – Kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berada pada kategori tidak sehat pada Senin (7/9/2026) pagi. Berdasarkan data IQAir pukul 06.00 waktu setempat, indeks kualitas udara atau AQI⁺ US mencapai 192.
Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 114,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data tersebut berasal dari satu stasiun pemantauan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Selain kondisi kualitas udara yang tidak sehat, IQAir juga mencantumkan peringatan adanya kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan yang berpotensi berkaitan dengan kondisi asap dan kualitas udara setempat.
Pada waktu pengukuran, suhu udara di Banjarbaru tercatat 23 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 95 persen. Kecepatan angin terpantau 0 kilometer per jam, sehingga kondisi atmosfer yang tenang berpotensi membuat polutan lebih sulit terdilusi.

Kondisi udara dengan kategori tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan mempertimbangkan penggunaan masker apabila harus beraktivitas di area dengan paparan polusi tinggi.







