KAKINEWS.ID, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi metode ekstraksi nikel dari bijih laterit dengan penambahan bahan aditif ramah lingkungan. Inovasi ini ditujukan untuk menghemat energi, meminimalkan limbah pencemar, serta menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar area pertambangan.

Periset Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fathan Bahfie, menegaskan bahwa inovasi pengolahan mineral tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil ekstraksi, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Inovasi ekstraksi bukan sekadar mencari cara mengambil logam terbanyak dari alam, melainkan bagaimana kita memastikan proses tersebut meninggalkan jejak minimum bagi bumi dan memberi ruang hidup yang aman bagi masyarakat,” ujar Fathan.

Melalui unggahan akun Instagram resminya, @brin_indonesia, BRIN menjelaskan bahwa nikel merupakan bahan penting dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari baterai kendaraan listrik dan baterai ponsel hingga peralatan rumah tangga.

Namun, proses pengolahan bijih nikel laterit yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran tanah dan air serta gangguan terhadap kehidupan masyarakat di sekitar tambang.

Karena itu, pengembangan metode ekstraksi dengan penambahan bahan aditif ramah lingkungan menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengolahan nikel yang lebih berkelanjutan.

Menurut BRIN, inovasi tersebut berpotensi menghemat energi dan meminimalkan limbah pencemar sehingga pengembangan industri nikel dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

Pengembangan teknologi pengolahan nikel yang lebih ramah lingkungan juga relevan dengan meningkatnya kebutuhan mineral tersebut untuk mendukung produksi baterai dan perkembangan kendaraan listrik.

Melalui inovasi riset dan teknologi, BRIN mendorong pemanfaatan sumber daya mineral secara lebih bertanggung jawab, sehingga kemajuan industri nikel Indonesia tetap memperhatikan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.