KAKINEWS.ID, Jakarta – TNI mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam operasi pada Selasa (27/10/2026), TNI menyemai total 10,8 ton bahan semai yang terdiri atas 1,6 ton dry ice dan 9,2 ton garam.

Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) menyebutkan, penyemaian bahan semai dilakukan menggunakan sejumlah pesawat, yakni Hercules C-130, CN-295, dan Cassa.

Sebanyak 1,6 ton dry ice disemai menggunakan pesawat Cassa dalam dua sortie penerbangan. Sementara itu, penyemaian 9,2 ton garam dilakukan menggunakan pesawat Hercules C-130 dengan muatan 4,8 ton dalam satu sortie, pesawat CN-295 dengan muatan dua ton dalam satu sortie, serta pesawat Cassa C-212 dengan muatan 2,4 ton dalam tiga sortie penerbangan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pelaksanaan OMC dilaporkan menghasilkan hujan di sejumlah wilayah Kalimantan.

Wilayah tersebut meliputi Kotawaringin, Katingan, Seruyan, Pulang Pisau, Barito, Kota Palangka Raya, Tabalong, Tapin, Barito Kuala, Banjar, Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Mahakam Ulu, serta Kutai Kartanegara.

Pengerahan alutsista udara tersebut merupakan bagian dari upaya TNI mendukung percepatan penanganan karhutla di Kalimantan melalui penyemaian bahan untuk memicu pertumbuhan awan hujan.

OMC diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak sehingga mendukung upaya pemadaman karhutla dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan serta masyarakat.