KAKINEWS.ID, Jakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berada pada Level III atau Siaga, Minggu (1/11/2026).

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, gunung api tersebut terpantau mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal.

Asap kawah teramati memiliki tekanan sedang hingga kuat dengan ketinggian mencapai 50-200 meter di atas puncak kawah. Kondisi visual gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut pada tingkat 0-III.

Dari hasil pemantauan kegempaan, aktivitas Gunung Anak Krakatau didominasi tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo 5-60 milimeter dan dominan pada 60 milimeter. Bahkan, amplitudo tremor tercatat mengalami overscale.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup sedang ke arah barat laut dengan suhu udara berkisar 28,3-32,1 derajat Celsius dan kelembapan udara 71-76 persen.

Masyarakat Diminta Menjauhi Radius 5 Kilometer

Petugas Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga dilarang memasuki wilayah radius satu kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.

PVMBG juga mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung agar tetap tenang serta tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami.

Masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.