KAKINEWS.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berbasis data peringatan dini untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Evaluasi Penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2026 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Faisal menjelaskan, perkembangan teknologi informasi memungkinkan masyarakat maupun tim pelaksana OMC memantau potensi cuaca secara real-time melalui platform resmi BMKG.

“Potensi cuaca dapat dipantau secara real-time melalui platform bmkg.go.id/peringatan-dini,” ujar Faisal.

Menurutnya, informasi peringatan dini tersebut dilengkapi analisis kondisi cuaca hingga tingkat kecamatan. Data ini dapat menjadi acuan dalam menentukan langkah operasi modifikasi cuaca sesuai kebutuhan di lapangan.

Penerapan OMC berbasis data juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan penanganan karhutla dan mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah di wilayah lain.

Dengan demikian, pelaksanaan OMC diharapkan lebih terarah berdasarkan kondisi atmosfer dan potensi cuaca di masing-masing wilayah.