
KAKINEWS.ID, Jakarta – Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber di Indonesia. Ancaman tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan pencurian data, tetapi juga penipuan daring, pencucian uang, perdagangan identitas, pemerasan hingga perdagangan manusia.
Melalui unggahan di akun Instagram terverifikasinya, Rieke mengungkapkan adanya 5,2 miliar anomali lalu lintas internet serta kerugian akibat penipuan atau scam yang mencapai Rp9 triliun.
“Bahaya siber makin mengerikan. 5,2 miliar anomali lalu lintas internet! Kerugian scam tembus Rp9 triliun!”kata Rieke dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Menurut Rieke, kejahatan siber kini berkembang menjadi persoalan lintas negara yang dapat berdampak luas terhadap keamanan masyarakat dan kedaulatan digital Indonesia.
Ia juga mengingatkan serangan siber dapat memperburuk situasi ketika bencana terjadi. Gangguan terhadap sistem digital berpotensi memperbesar jumlah korban sekaligus memperlambat proses pemulihan.

“Serangan siber bukan sekadar pencurian data! Penipuan, pencucian uang, perdagangan identitas, pemerasan, hingga perdagangan manusia kini bergerak melintasi batas negara,” tulisnya.
Rieke turut menyoroti pentingnya kesiapan negara dalam menghadapi berbagai ancaman tersebut, termasuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan infrastruktur digital nasional.
“Pertanyaannya, seberapa siap negara melindungi rakyat dan kedaulatan siber Indonesia?!” tegasnya.
Melalui kampanye #ViralForJustice dan #SaveRuangSiberIndonesia, Rieke juga menyerukan penguatan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta peningkatan upaya menjaga keamanan ruang siber Indonesia.









