BANJARMASIN, KAKI NEWS.ID – Menjelang pelaksanaan Rapat Anggota Cabang (RAC) ke-VIII Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Advokat Indonesia (DPC IKADIN) Banjarmasin yang dijadwalkan pada Sabtu, 7 November 2026, Dr. Muhamad Pazri, S.H., M.H., mengajak seluruh keluarga besar IKADIN untuk bersama-sama menyukseskan agenda organisasi tersebut.

Pazri menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya RAC ke-VIII DPC IKADIN Banjarmasin. Menurutnya, RAC bukan sekadar agenda rutin organisasi maupun momentum pergantian kepengurusan, melainkan forum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, memperkuat persatuan, serta menentukan arah dan masa depan organisasi.

“RAC ke-VIII ini harus menjadi momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat soliditas, dan membangun komitmen bersama untuk memajukan IKADIN Banjarmasin. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah kepemimpinan, kepentingan organisasi dan kehormatan profesi advokat harus tetap menjadi prioritas bersama,” ungkap Pazri.

Ia menegaskan, IKADIN memiliki sejarah panjang dan kedudukan penting dalam perjalanan profesi advokat di Indonesia. Didirikan di Jakarta pada 10 November 1985, IKADIN sejak awal menegaskan jati dirinya sebagai organisasi profesi advokat sekaligus organisasi perjuangan yang memiliki komitmen terhadap tegaknya hukum, keadilan, dan kebenaran.

Menurut Pazri, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan organisasi maupun pelaksanaan profesi advokat sehari-hari.

Advokat IKADIN harus mampu menjaga integritas moral, profesionalisme, independensi, serta menjunjung tinggi Kode Etik Advokat Indonesia. Prinsip Officium Nobile atau profesi yang mulia dan terhormat tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan tanggung jawab advokat ketika menjalankan tugas profesinya.

“Advokat bukan hanya dituntut cakap dalam beracara dan memahami hukum, tetapi juga harus memiliki integritas, keberanian memperjuangkan kebenaran, serta kepedulian terhadap masyarakat pencari keadilan. Kita harus menjaga marwah profesi advokat agar tetap dihormati dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Pazri juga mengingatkan pentingnya semangat advokat pejuang sebagaimana menjadi bagian dari nilai perjuangan IKADIN. Advokat harus memiliki komitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, memberikan bantuan hukum kepada mereka yang tidak mampu, serta mengambil bagian dalam upaya mewujudkan akses keadilan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap DPC IKADIN Banjarmasin ke depan semakin mengoptimalkan peran organisasi dalam memberikan manfaat nyata kepada anggota dan masyarakat, termasuk melalui penguatan Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM), pendidikan dan pelatihan hukum berkelanjutan, diskusi ilmiah, peningkatan kapasitas advokat, serta perlindungan terhadap anggota dalam menjalankan profesinya.

Lebih jauh, Pazri memandang bahwa tantangan profesi advokat ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, IKADIN Banjarmasin perlu membangun organisasi yang lebih modern, terbuka, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan hukum maupun teknologi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara advokat senior dan advokat muda. Pengalaman para senior merupakan modal berharga organisasi, sementara energi, kreativitas, dan gagasan generasi muda menjadi kekuatan untuk menjawab tantangan masa depan.

“IKADIN harus menjadi rumah besar bagi seluruh anggotanya. Tidak boleh ada sekat yang memecah persaudaraan. Senior harus dihormati, junior harus diberikan ruang untuk berkembang. Kita membutuhkan kebersamaan dan kolaborasi agar IKADIN semakin kuat dan memberikan manfaat bagi semua anggota,” ujarnya.

Dalam konteks penguatan organisasi, Pazri berharap RAC ke-VIII juga mampu melahirkan gagasan dan program kerja yang konkret, terukur, serta berorientasi pada kepentingan anggota. Tata kelola organisasi harus semakin baik, administrasi tertib, keuangan transparan, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Ia berharap Ikadin kedepan SOLID – PROFESIONAL – BERINTEGRITAS sebagai nilai yang relevan untuk membangun masa depan IKADIN Banjarmasin.

Menurutnya, soliditas merupakan fondasi persatuan, profesionalisme menjadi, profesinya semakin dihormati, dan keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Organisasi jangan hanya hidup ketika ada agenda pemilihan, tetapi harus hadir dan bekerja sepanjang waktu,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Pazri mengajak seluruh anggota untuk menjadikan RAC ke-VIII sebagai momentum memperkuat persatuan dan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju, tanpa meninggalkan sejarah dan nilai-nilai perjuangan IKADIN.

“Selamat dan sukses RAC ke-VIII DPC IKADIN Banjarmasin. Mari kita jaga persaudaraan, kedepankan musyawarah, junjung tinggi demokrasi organisasi, dan bersama-sama membangun IKADIN yang lebih baik. Karena kekuatan organisasi bukan terletak pada satu orang, melainkan pada persatuan dan kontribusi seluruh anggotanya, ” pungkasnya. ( Ack )